KABARBURSA.COM – Bursa saham Eropa diperkirakan dibuka menguat tipis pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, waktu setempat di tengah perhatian investor terhadap peluang perpanjangan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip data CNBC, indeks DAX Jerman diproyeksikan naik sekitar 0,28 persen saat pembukaan perdagangan. Sementara indeks CAC 40 Prancis diperkirakan menguat 0,22 persen dan FTSE 100 Inggris cenderung bergerak datar.
Pelaku pasar global masih mencermati perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah setelah muncul sinyal kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran.
Media Axios sebelumnya melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah “hampir menyepakati” kerangka kesepakatan untuk menghentikan sementara konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Seorang pejabat Gedung Putih juga mengonfirmasi laporan tersebut pada Kamis waktu setempat. Kesepakatan itu disebut berpotensi memperpanjang gencatan senjata yang sedang berlangsung selama 60 hari sekaligus membuka ruang pembicaraan terkait masa depan program nuklir Iran.
Meski demikian, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Media pemerintah Iran, Fars, melaporkan militer Iran kembali menembakkan rudal ke sejumlah target yang tidak disebutkan pada Kamis malam.
Aktivitas militer terbaru itu terjadi hanya beberapa jam setelah Pentagon menyatakan Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan mengerahkan drone serang di sekitar Selat Hormuz.
Di kawasan Asia, pasar saham cenderung mengabaikan eskalasi terbaru tersebut. Indeks Kospi Korea Selatan dan Topix Jepang justru mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan semalam.
Sementara itu, saham-saham Eropa berupaya bangkit setelah tekanan jual pada sesi sebelumnya. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,5 persen pada Kamis setelah mayoritas sektor bergerak di zona merah.
Bursa utama di London, Paris, dan Frankfurt juga berakhir melemah pada perdagangan sebelumnya di tengah tingginya volatilitas pasar global.
Di sisi lain, saham sektor pertahanan Eropa justru mencatat penguatan signifikan. Sentimen positif muncul setelah parlemen Ukraina meratifikasi perjanjian pinjaman senilai 90 miliar euro atau sekitar USD104,6 miliar dari Uni Eropa.
Reuters juga melaporkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson akan mengumumkan kerja sama penyediaan jet tempur Gripen untuk Ukraina.
Perusahaan produsen jet tempur asal Swedia, Saab, menjadi salah satu saham dengan penguatan terbesar di Stoxx 600 setelah melonjak 7,4 persen pada perdagangan Kamis.
Sementara itu, produsen komponen tank asal Jerman, Renk, naik 5,4 persen. Saham Exail Technologies asal Prancis menguat 13,2 persen dan Rheinmetall Jerman naik 4,2 persen.(*)