Logo
>

Bursa Eropa Tertekan saat Fokus Pasar Beralih ke The Fed

Indeks saham Eropa melemah seiring investor mencermati keputusan suku bunga The Fed di tengah lonjakan harga minyak.

Ditulis oleh Syahrianto
Bursa Eropa Tertekan saat Fokus Pasar Beralih ke The Fed
Ilustrasi: Mata uang Euro dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan candlestick. (Foto: Pexels/Jakub Zerdzicki)

KABARBURSA.COM – Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Rabu, 18 Maret 2026, ketika dampak pasar dari perang Iran tetap menjadi sorotan menjelang langkah kebijakan berikutnya dari Federal Reserve Amerika Serikat (the Fed).

Dilansir CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri sesi turun 0,7 persen, berbalik dari penguatan sebelumnya, dengan sebagian besar sektor dan seluruh bursa utama ditutup di zona negatif.

Indeks CAC 40 Prancis berada di level 7.969,88 atau turun 4,61 poin (0,06 persen). Indeks FTSE MIB Italia turun 146,20 poin (0,33 persen) ke 44.741,34. Indeks FTSE 100 Inggris melemah 98,31 poin (0,94 persen) ke 10.305,29. Indeks DAX Jerman turun 228,67 poin (0,96 persen) ke 23.502,25. Sementara itu, indeks IBEX 35 Spanyol naik 50,40 poin (0,29 persen) ke 17.299,10. Indeks Stoxx Europe 600 berada di 597,93 atau turun 4,52 poin (0,75 persen).

Dalam berita korporasi, saham perusahaan Inggris Diploma, distributor pengikat teknis untuk sektor kedirgantaraan, ilmu hayati, dan otomotif, naik 17,8 persen ke level tertinggi dalam 52 pekan. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan yang menjadi konstituen FTSE 100 tersebut mengumumkan peningkatan signifikan pada proyeksi kinerja setahun penuh. Perusahaan kini memperkirakan pertumbuhan pendapatan organik sebesar 9 persen, naik dari 6 persen, dengan konsensus analis memperkirakan laba operasional naik 13 persen.

Saham perusahaan IT FTSE 250, Softcat, ditutup naik 9,2 persen setelah melaporkan hasil semester pertama yang disebut “luar biasa” dan meningkatkan panduan kinerja untuk setahun penuh.

Softcat kini memperkirakan pertumbuhan satu digit tinggi pada laba operasional yang disesuaikan, meningkat dari proyeksi sebelumnya di kisaran satu digit rendah. Laba operasional yang disesuaikan dalam enam bulan hingga 31 Januari naik 27,3 persen secara tahunan, yang menurut perusahaan didorong oleh “eksekusi yang sukses dan kemajuan strategis.”

Harga minyak naik pada Rabu, dengan minyak Brent terakhir terlihat naik 4,8 persen ke USD108,41 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS mencapai USD97,97, naik 1,8 persen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan ini mengkritik sekutu NATO karena menolak membantu upaya melindungi kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz, namun mengatakan dalam unggahan di Truth Social pada Selasa bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan.

Investor kini menantikan keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Pelaku pasar juga akan mencermati panduan dari Ketua The Fed Jerome Powell terkait apakah harga minyak akan memengaruhi keputusan kebijakan moneter ke depan.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI), yang mencerminkan inflasi grosir, meningkat secara tak terduga pada Februari, naik 0,7 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi kenaikan 0,3 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor dua tahun naik 6 basis poin menjadi 4,113 persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun. sebagai acuan, terakhir terlihat naik 4 basis poin ke 4,735 persen. Imbal hasil obligasi Jerman tenor dua tahun juga naik pada awal sesi setelah rilis data PPI.

Di Eropa, investor juga menantikan data inflasi Uni Eropa yang akan dirilis pada sesi tersebut. Data ini dirilis menjelang keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa, Bank of England, Riksbank, dan Bank Nasional Swiss pada Kamis.

Pada Rabu, laporan kinerja keuangan dirilis oleh Tencent, Munich Re, dan Eni.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.