KABARBURSA.COM — Danantara Indonesia mulai mengarahkan investasi ke sektor pariwisata dengan menyasar Labuan Bajo sebagai proyek strategis baru. Selain membangun destinasi, langkah ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Proyek yang disiapkan merupakan pengembangan dari tahap awal atau greenfield. Artinya, pembangunan dilakukan dari nol dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang di sektor pariwisata.
Labuan Bajo dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Komodo yang berstatus warisan dunia UNESCO, sekaligus salah satu destinasi unggulan Indonesia di mata wisatawan global.
Investasi ini diproyeksikan memberi efek berantai ke ekonomi lokal. Aktivitas pembangunan akan membuka lapangan kerja, sementara operasional ke depan diharapkan menggerakkan sektor usaha kecil hingga industri pendukung pariwisata.
Danantara menggandeng Qatar Investment Authority sebagai mitra strategis dalam proyek ini. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat skala investasi sekaligus menjaga keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut proyek ini sebagai bagian dari strategi investasi yang terukur. “Investasi ini mencerminkan pendekatan disiplin dan berdampak strategis,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menilai kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. “Kami melihat potensi besar di Nusa Tenggara Timur,” kata Pandu.
Menurut dia, kerja sama dengan investor global seperti Qatar menjadi pijakan penting untuk ekspansi berikutnya. Proyek ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, Danantara menegaskan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan investasi. Seluruh proses akan dijalankan sesuai regulasi, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan manfaat jangka panjang.
Langkah ini menandai arah baru Danantara yang mulai masuk lebih dalam ke sektor riil, khususnya pariwisata. Labuan Bajo kini tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.