KABARBURSA.COM — Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital, dan Mandiri Investment Management meneken kerja sama pengembangan Mandiri Aviation Leasing Fund, sebuah platform investasi aviation leasing dengan nilai portofolio awal sekitar USD800 juta.
Dana ini dirancang sebagai kendaraan investasi berstandar institusional yang membuka akses bagi investor untuk masuk ke aset aviasi global.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi langkah awal Indonesia menembus rantai nilai industri leasing pesawat yang selama ini didominasi pemain global.
Mandiri Aviation Leasing Fund menggabungkan kekuatan tiga pihak. Danantara Investment Management bertindak sebagai investor strategis utama. Sementara SMBC Aviation Capital membawa pengalaman lebih dari dua dekade sebagai salah satu perusahaan leasing pesawat terbesar dunia dengan jaringan operasional global.
Adapun Mandiri Investment Management menghadirkan dukungan ekosistem pembiayaan serta pengelolaan aset dari Grup Mandiri.
Pengelolaan dana akan dilakukan secara bersama oleh Mandiri Investment Management dan SMBC Aviation Capital. Kolaborasi ini memadukan keahlian dalam merancang struktur investasi dengan kemampuan operasional mendalam di sektor leasing pesawat.
Dalam skema kerja sama tersebut, SMBC Aviation Capital juga akan menyediakan layanan operasional dan pengelolaan aircraft leasing. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas industri pembiayaan aviasi di dalam negeri dalam jangka panjang.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyebut kemitraan ini sebagai tonggak penting bagi keterlibatan Indonesia di ekosistem pembiayaan penerbangan global.
“Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya berinvestasi pada platform kelas dunia, tetapi juga membangun kapabilitas strategis nasional di sektor aviasi,” ujarnya dalam siaran persnya, Rabu, 1 Maret 2026.
Senada, Chief Commercial Officer SMBC Aviation Capital, Barry Flannery, menilai kerja sama ini membuka peluang penguatan ekosistem penerbangan, baik di Indonesia maupun secara global.
“Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang, inovasi, serta kemitraan lintas negara di sektor ini,” kata dia.
Sementara itu, Chief Executive Officer Mandiri Investment Management, Baskoro Adi, menegaskan bahwa platform ini menjadi inovasi baru dalam menghubungkan investor global dengan aset penerbangan berkualitas.
Menurut dia, Mandiri Aviation Leasing Fund tidak hanya menawarkan potensi imbal hasil optimal yang terukur risikonya, tetapi juga membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil sebagai pemain baru di pasar global aviation leasing.
Selain aspek investasi, kemitraan ini juga memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang melalui peluang investasi lintas negara yang berkelanjutan antara kedua pihak.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.