Logo
>

Danantara Resmi Groundbreaking  Enam Proyek Hilirisasi Senilai Rp110 Triliun

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, enam proyek tersebut tersebar di 13 daerah dan mencakup sektor mineral

Ditulis oleh KabarBursa.com
Danantara Resmi Groundbreaking  Enam Proyek Hilirisasi Senilai Rp110 Triliun
Dan antara Indonesia (Foto: Dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - BPI Danantara resmi memulai fase pertama pembangunan enam proyek hilirisasi strategis secara serentak dengan total nilai investasi mencapai USD7 miliar atau setara Rp110 triliun. Seluruh pendanaan pada tahap awal ini berasal dari internal Danantara Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan, enam proyek tersebut tersebar di 13 daerah dan mencakup sektor mineral, energi terbarukan, hingga pangan terintegrasi yang selaras dengan program prioritas pemerintah.

“Secara keseluruhan, nilai investasi dari enam proyek tersebut mencapai sekitar USD7 miliar atau kurang lebih Rp110 triliun. Proyek-proyek ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja langsung,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Rosan menjelaskan, sektor mineral menjadi kontributor terbesar dalam fase pertama ini. Danantara mengalokasikan sekitar USD3 miliar untuk pembangunan smelter aluminium terintegrasi, mulai dari pengolahan alumina hingga menjadi produk aluminium siap pakai.

Selain sektor mineral, Danantara juga mengembangkan proyek di sektor energi hijau dan industri dasar, antara lain bioavtur, bioetanol, serta industri garam guna memperkuat ketahanan industri nasional.

Menurut Rosan, seluruh proyek telah melalui studi kelayakan (feasibility study) yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan investasi secara komersial.

“Ini merupakan fase pertama. Kami telah mencanangkan total 18 proyek hilirisasi yang akan direalisasikan dan diselesaikan secepat mungkin. Hilirisasi menjadi salah satu program prioritas Danantara,” katanya.

Di sektor pangan, Danantara juga menggelontorkan investasi besar untuk peternakan ayam terintegrasi yang tersebar di enam kota. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan protein hewani seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rosan menyebutkan, program MBG yang ditargetkan menjangkau 82 juta penerima pada Agustus 2026 berpotensi mendorong peningkatan signifikan permintaan ayam dan telur.

“Berdasarkan proyeksi Kementerian Pertanian, kebutuhan ayam dan telur akan meningkat sangat tajam. Jika infrastruktur peternakan tidak dipersiapkan sejak dini, risiko volatilitas harga di pasar akan sangat tinggi,” pungkas Rosan.

Daftar Enam Proyek Hilirisasi

Berikut daftar Enam Proyek hilirisasi senilai Rp110 triliun yang diresmikan Danantara, Jumat, 6 Februari 2026:

1. Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dioperasikan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI)

2. Proyek smelter Aluminium yang dioperasikan PT Inalum di Mempawah, Kalimantan Barat

3.⁠ ⁠Proyek Kilang Bioetanol Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, antara PTPN dan PT Pertamina (Persero)

4.⁠ ⁠Proyek Biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, milik PT Pertamina (Persero)

5.⁠ ⁠Proyek Fasilitas Infrastruktur Poultry Terintegrasi di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), milik PT RNI (Persero) atau ID Food

6.⁠ ⁠Proyek Pabrik Garam dan Pabrik MVR di Gresik, Manyar, dan Sampang, yang dioperasikan PT Garam. (Adi Subchan)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi