KABARBURSA.COM – PT DFI Retail Nusantara Tbk atau HERO memastikan tengah menyiapkan langkah untuk memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik atau free float sebesar 15 persen sebagaimana diatur Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, porsi saham publik HERO masih berada di level 10,63 persen.
Sementara Bursa Efek Indonesia dalam agenda reformasi pasar modal sudah mulai memberlakukan free float minimal 15 persen untuk perusahaan tercatat dari sebelumnya 7,5 persen.
Manajemen menyatakan proses pemenuhan ketentuan tersebut masih berada pada tahap kajian internal. Perseroan menegaskan memiliki waktu hingga 2029 untuk memenuhi regulasi sehingga berbagai alternatif masih dievaluasi sebelum diputuskan.
Presiden Direktur PT DFI Retail Nusantara Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, mengatakan perusahaan memahami kewajiban tersebut dan berkomitmen memenuhi aturan yang berlaku.
"Saya sudah mengira pasti akan ada yang bertanya mengenai free float karena peraturannya memang masih relatif baru. Intinya, kami selalu berusaha memenuhi ketentuan regulasi dan compliance," ujar Hadrianus dalam Paparan Publik Tahunan DFI Nusantara di Tangerang Selatan, dikutip Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut dia, hingga saat ini perseroan belum menetapkan langkah final karena masih melakukan pembahasan bersama internal perusahaan maupun grup.
"Mengenai langkah-langkahnya, masih ada masa transisi sampai 2029. Saat ini kami masih melakukan assessment secara internal dan bersama grup untuk melihat opsi terbaik yang bisa dilakukan. Tentunya tidak mungkin dilakukan sekaligus, tetapi akan dilakukan secara bertahap," katanya.
Hadrianus menambahkan, manajemen belum dapat membeberkan skema yang akan dipilih karena seluruh alternatif masih dalam tahap pembahasan.
"Langkah konkretnya memang belum bisa kami sampaikan saat ini karena opsinya masih kami kaji. Nanti setelah mengerucut dan lebih matang, tentu akan kami informasikan, termasuk kemungkinan pada public expose berikutnya," ujarnya.
Ketentuan mengenai free float menjadi salah satu perhatian investor setelah OJK dan BEI menetapkan batas minimum kepemilikan saham publik sebesar 15 persen. Berdasarkan data kepemilikan saham per Mei 2026, free float HERO masih berada di level 10,63 persen sehingga perseroan perlu menambah porsi saham yang dimiliki masyarakat untuk memenuhi aturan tersebut.
Meski demikian, manajemen menegaskan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi prioritas perusahaan. Proses pemenuhan akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek bisnis dan kepentingan pemegang saham.
Selain menjelaskan perkembangan pemenuhan free float, HERObjuga memaparkan kinerja keuangan yang membaik sepanjang 2025. Perseroan berhasil membalikkan kinerja menjadi laba setelah pada tahun sebelumnya masih mencatatkan rugi.
Head of Finance, Melia Asmita Natawidjaja, mengatakan pendapatan bersih tahun buku 2025 meningkat 7 persen menjadi Rp4,848 triliun. Laba kotor naik 14 persen menjadi Rp2,195 triliun, sementara laba dari operasi berkelanjutan mencapai Rp38 miliar atau membaik Rp184 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut ditopang pertumbuhan bisnis Guardian melalui peningkatan jumlah pelanggan, penguatan strategi omnichannel, dan kenaikan penjualan daring. Di sisi lain, IKEA turut mencatatkan peningkatan profitabilitas berkat efisiensi biaya dan perbaikan operasional.
Hasilnya, HERO membukukan laba bersih sebesar Rp160 miliar pada 2025, berbalik dari rugi Rp6 miliar pada 2024.
Momentum positif tersebut berlanjut pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba dari operasi berkelanjutan meningkat menjadi Rp52 miliar dari Rp11 miliar, sedangkan laba bersih naik menjadi Rp87 miliar dari Rp27 miliar.
Melia juga mengungkapkan posisi keuangan perusahaan tetap terjaga dengan total ekuitas sekitar Rp1,75 triliun. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kekuatan neraca keuangan sekaligus komitmen perusahaan menjaga pengelolaan keuangan secara pruden.
"Strategi yang kami jalankan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan, profitabilitas yang semakin kuat, serta peningkatan nilai yang baik bagi para pemegang saham seiring komitmen kami untuk terus melayani pelanggan melalui Guardian dan IKEA di seluruh Indonesia," kata Melia.
Meski mencatatkan perbaikan kinerja, manajemen menegaskan fokus utama saat ini tetap memperkuat fundamental bisnis sembari menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk memenuhi ketentuan free float sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan regulator.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.