Logo
>

IHSG Diprediksi Menguat: ini Rekomendasi Saham Empat Analis

IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan peluang menguji level 6.100. Simak analisis MNC Sekuritas dan Phintraco serta rekomendasi saham dari MNC, Mirae Asset, dan BRI Danareksa.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Diprediksi Menguat: ini Rekomendasi Saham Empat Analis
IHSG berhasil kembali berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), disertai peningkatan volume transaksi. (Foto: KabarBursa)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Setelah sempat mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menunjukkan daya tahannya. Penutupan di level 5.999 atau menguat hampir 2 persen pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, menjadi sinyal bahwa minat beli masih ada. 

Meski demikian, pelaku pasar belum sepenuhnya bisa bernapas lega karena sebagian analis menilai penguatan tersebut masih berada dalam fase pemulihan teknikal, bukan awal dari tren naik yang benar-benar kuat.

Secara umum, sejumlah rumah sekuritas sepakat bahwa peluang penguatan IHSG pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, masih terbuka. Namun, ruang kenaikannya diperkirakan terbatas karena investor masih menunggu kepastian mengenai sentimen global, mulai dari arah suku bunga Amerika Serikat, pergerakan harga minyak dunia, hingga perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat rebound yang terjadi pada perdagangan kemarin merupakan perkembangan positif. Selain ditutup menguat hampir 2 persen, IHSG juga berhasil kembali berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), disertai peningkatan volume transaksi. 

Kondisi tersebut menunjukkan mulai munculnya akumulasi beli setelah tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, MNC belum menganggap risiko koreksi telah sepenuhnya berakhir. Berdasarkan analisis Elliott Wave, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv]. 

Artinya, penguatan yang sedang berlangsung masih berpotensi menjadi bagian dari pola konsolidasi sebelum indeks kembali menguji area support yang lebih rendah.

Karena itu, MNC memperkirakan IHSG masih memiliki peluang menguat dalam jangka pendek menuju area 6.060 hingga 6.120. Namun setelah itu, indeks dinilai masih rawan mengalami koreksi kembali untuk menguji kisaran 5.723 hingga 5.847. 

Level support terdekat berada di 5.784 dan 5.594, sedangkan resistance berikutnya berada di 6.286 dan 6.459.

Pandangan yang sedikit lebih optimistis datang dari Phintraco Sekuritas. Menurut mereka, penguatan IHSG kali ini tidak hanya didorong faktor teknikal, tetapi juga dari membaiknya sejumlah sentimen makroekonomi.

Salah satu faktor yang paling diperhatikan adalah penurunan harga minyak mentah Brent yang sempat mendekati level USD70 per barel. Sentimen tersebut didukung menguatnya nilai tukar rupiah ke level Rp17.943 per dolar Amerika Serikat.

Di dalam negeri, munculnya kabar bahwa pemerintah kembali mempertimbangkan tambahan efisiensi anggaran sebesar Rp50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dipersepsikan positif oleh pasar. 

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal di tengah berbagai tantangan global.

Untuk itu, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak dalam pola sideways dengan kecenderungan positif pada kisaran 5.850 hingga 6.100.

Jika dibandingkan, perbedaan utama kedua analisis tersebut terletak pada perspektif waktunya. MNC Sekuritas lebih menekankan risiko koreksi lanjutan berdasarkan pola teknikal jangka menengah, sedangkan Phintraco melihat faktor fundamental jangka pendek mulai memberikan ruang bagi stabilisasi pasar. 

Selama IHSG mampu bertahan di atas area support penting, peluang menguji kembali level psikologis 6.000 bahkan menuju 6.100 masih cukup terbuka.

Daftar Rekomendasi Saham

Di tengah kondisi pasar yang masih bergerak selektif, masing-masing sekuritas juga telah menyiapkan daftar saham yang dinilai menarik untuk dicermati.

MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham dengan strategi buy on weakness. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dinilai mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil menembus MA60 dengan dukungan volume transaksi yang meningkat. Target kenaikan diproyeksikan berada di kisaran Rp670 hingga Rp750.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga masuk dalam daftar pilihan karena diperkirakan sedang memasuki fase lanjutan tren naik berdasarkan struktur gelombang teknikal. Saham energi ini memiliki target harga di rentang Rp1.220 hingga Rp1.370.

Pilihan berikutnya adalah PT United Tractors Tbk (UNTR). Meskipun penguatannya masih tertahan oleh MA20, saham ini dinilai memiliki potensi rebound menuju kisaran Rp23.850 hingga Rp24.850 apabila tekanan jual mulai mereda.

Sementara itu, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi saham defensif yang menarik setelah berhasil kembali bergerak di atas MA60. MNC memperkirakan saham ini sedang memasuki awal fase kenaikan baru dengan target menuju Rp1.875 hingga Rp2.000.

Berbeda dengan MNC yang memberikan empat pilihan saham, Mirae Asset Sekuritas lebih menyoroti PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). 

Secara teknikal, saham ini membentuk pola bullish engulfing yang didukung penguatan indikator Relative Strength Index (RSI), chikou span, tenkan-sen, serta peningkatan volume transaksi. Mirae merekomendasikan strategi add dengan area support di Rp372 dan target resistance di sekitar Rp406.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas masih memilih pendekatan yang lebih konservatif terhadap PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Meski tren jangka menengah masih tergolong bearish, peningkatan volume transaksi dinilai mulai membuka peluang pembalikan arah. 

Investor disarankan melakukan buy on breakout apabila harga mampu menembus level Rp1.450. Jika skenario tersebut terjadi, target kenaikan diperkirakan berada di kisaran Rp1.515 hingga Rp1.550, dengan batas stop loss di bawah Rp1.400.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79