Logo
>

Dolar AS Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Profit Taking Emas Kuat

Pergerakan dolar AS kembali dominan setelah sinyal kebijakan The Fed dan dinamika politik AS, sementara euro, pound, yen, dan emas bergerak selektif menunggu data ekonomi dan arah bank sentral.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dolar AS Berpotensi Lanjutkan Penguatan, Profit Taking Emas Kuat
Dolas AS masih berpotensi menguat pada perdagangan pekan depan. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Selama sepekan terakhir, dolar AS memainkan peran pentingnya dengan sangat baik. Washington membuka ruang koordinasi dengan Jepang untuk meredam pelemahan Yen yang terlalu cepat.

Pasar bereaksi spontan, dengan menjual dolar AS terhadap yen. Sayangnya, hal itu tidak berlangsung lama. Di pertengahan pekan, pasar beralih perhatian pada keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga di kisaran 3,50-3,75.

Penahanan suku bunga ini mengindikasikan bahwa Ketua the Fed Jerome Powell menekankan pada isi membaiknya pertumbuhanekonomi AS dan meredanya risiko inflasi pasar serta tenaga kerja. Secara implisit, Powell tidak melihat adanya urgensi untuk pelonggaran agresif.

Inilah yang membuat dolar AS semakin solid. Belum lagi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunjuk Kevin Warsh sebagai pengganti Powell. Figur ini dikenal pasar sebagai figur yang relatif hawkish dan independen. Pencalonannya diyakini mampu meredam ketidakpastian arah kebijakan moneter.

Dolar AS Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Minggu besok, jika data PMI dan klaim pengangguran konsisten dengan stabilitas pertumbuhan, dolar AS berpotensi mempertahankan penguatannya secara selektif.

Di Eropa, EUR/USD bergerak defensif di kisaran 1,1880,. Posisi euro terlihat lebih reaktif terhadap dinamika Dolar ketimbang faktor internal kawasan. Data yang akan dirilis pekan depan, khususnya PMI HCOB dan survei pemberian pinjaman ECB, akan menjadi indikator penting untuk menilai apakah aktivitas ekonomi Zona Euro mulai menemukan pijakan yang lebih solid.

Selama data tersebut belum menunjukkan akselerasi yang meyakinkan, euro cenderung kesulitan membangun momentum naik yang berkelanjutan, terutama jika Dolar tetap ditopang sentimen kebijakan AS yang stabil.

Sterling berada dalam fase menunggu keputusan Bank of England. GBP/USD yang bertahan di sekitar 1,3600 menunjukkan pasar enggan mengambil posisi besar sebelum arah kebijakan BoE menjadi lebih jelas.

Jika Andrew Bailey memberi sinyal kehati-hatian yang kuat terkait inflasi dan menahan ekspektasi penurunan suku bunga, pound berpotensi mendapat dukungan jangka pendek. Sebaliknya, nada yang terlalu dovish dapat membuka ruang koreksi, terutama di tengah penguatan Dolar global.

Untuk Yen Jepang, dinamika USD/JPY menegaskan betapa sensitifnya mata uang ini terhadap data inflasi domestik. Rilis IHK Tokyo yang menunjukkan inflasi melambat mengurangi tekanan bagi Bank of Japan untuk segera menaikkan suku bunga.

Hal ini melemahkan argumen fundamental bagi penguatan Yen, sehingga USD/JPY kembali ke area 154,50. Selama data Jepang belum kembali menegaskan tekanan harga yang konsisten, Yen cenderung tetap rentan, kecuali muncul faktor eksternal seperti intervensi atau perubahan sikap global terhadap risiko.

Dolar Kanada bergerak relatif stabil meski data PDB menunjukkan ekonomi stagnan. USD/CAD di sekitar 1,3580 mencerminkan keseimbangan antara lemahnya data domestik Kanada dan dukungan harga komoditas serta stabilnya sentimen risiko global.

Data PMI Kanada pekan depan akan menjadi penentu apakah CAD mampu menguat lebih lanjut atau justru kembali tertekan oleh persepsi perlambatan ekonomi.

Potensi Rebound Masih Ada di Tengah Aksi Profit Taking

Di luar pasar valas, emas memberikan sinyal penting tentang sentimen risiko. Penurunan harga emas dari rekor tertinggi USD5.598 ke sekitar USD4.880 menunjukkan aksi ambil untung yang signifikan, diperkuat oleh penguatan Dolar. Meski demikian, level harga yang masih sangat tinggi mencerminkan bahwa minat lindung nilai belum sepenuhnya pudar.

Selama ketidakpastian politik dan geopolitik global masih ada, emas berpotensi tetap menjadi aset penyeimbang, meski pergerakannya lebih volatil dan sensitif terhadap arah USD.

Secara keseluruhan, pasar saat ini bergerak dalam fase penyesuaian ulang ekspektasi. Dolar AS kembali memegang kendali narasi, bukan karena agresivitas kebijakan, melainkan karena stabilitas dan kejelasan arah relatif dibandingkan mata uang utama lain. Mata uang global bergerak selektif, sangat bergantung pada data ekonomi dan sinyal bank sentral, sementara sentimen risiko tetap rapuh dan mudah berubah mengikuti perkembangan politik serta kebijakan moneter.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79