Logo
>

Emas Lanjut Jatuh ke USD4.800 usai Keputusan The Fed

Ini memberi sinyal terbatas terkait pemangkasan di tengah penguatan dolar serta konflik Timur Tengah.

Ditulis oleh Syahrianto
Emas Lanjut Jatuh ke USD4.800 usai Keputusan The Fed
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM – Harga emas spot melanjutkan pelemahan setelah keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve pada Rabu, 18 Maret 2026, mencapai level terendah dalam lebih dari satu bulan akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama di tengah konflik yang berlangsung di Timur Tengah.

Seperti dilansir Reuters, harga emas spot turun 2,9 persen menjadi USD4.860,27 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 6 Februari pada sesi tersebut. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup turun 2,2 persen menjadi USD4.896,20.

Dolar AS menguat, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga, sesuai dengan ekspektasi pasar, dengan mengutip inflasi yang masih relatif tinggi dan memberikan sedikit petunjuk mengenai kapan biaya pinjaman jangka pendek akan kembali diturunkan. 

Proyeksi ekonomi pejabat The Fed menunjukkan bahwa mereka memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga lagi tahun ini.

Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa proyeksi terbaru The Fed masih penuh ketidakpastian di tengah konflik Iran.

“Powell dengan tegas mengisyaratkan bahwa The Fed berada di posisi menunggu dan sinyal dovish yang disampaikannya tidak cukup untuk mendorong aset berisiko atau emas, yang belakangan diperdagangkan seperti aset berisiko. Jika pasar berharap adanya bantuan dari The Fed, mereka tidak mendapatkannya,” kata Tai Wong, trader logam independen.

“Penurunan emas di bawah USD5.000 per ons bisa menjadi sinyal teknikal yang mengkhawatirkan, tetapi tidak akan memengaruhi tren bullish jangka panjang,” imbuh dia.

Emas merupakan aset lindung nilai tradisional pada masa ketidakpastian, namun cenderung berkinerja lebih lemah ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga produsen AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Februari, dan berpotensi meningkat lebih lanjut akibat perang.

Hampir tiga pekan sejak konflik Iran berlangsung, belum terlihat tanda-tanda de-eskalasi, sehingga kontrak berjangka Brent tetap berada di atas USD100 per barel.

Ladang gas Pars milik Iran terkena serangan pada Rabu, sebuah eskalasi besar yang mendorong Teheran mengumumkan akan merespons dengan serangan terhadap target minyak dan gas di seluruh kawasan Teluk.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 4,2 persen menjadi USD75,99, platinum turun 3,9 persen menjadi USD2.041,30, dan paladium melemah 6,1 persen menjadi USD1.503,97.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.