Logo
>

Pemerintah Bentuk IPBA untuk Perkuat Arus Dagang Indonesia dan Filipina

Peresmian asosiasi tersebut menjadi penanda fase baru dalam relasi ekonomi Indonesia dan Filipina yang telah terjalin selama 75 tahun

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Pemerintah Bentuk IPBA untuk Perkuat Arus Dagang Indonesia dan Filipina
Pemerintah Bentuk IPBA untuk Perkuat Arus Dagang Indonesia dan Filipina

KABARBURSA.COM - Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Indonesia-Philippines Business Association di Cebu, Filipina, sebagai langkah strategis untuk memperkuat denyut perdagangan dan investasi antara dua negara serumpun di kawasan Asia Tenggara.

Peresmian asosiasi tersebut menjadi penanda fase baru dalam relasi ekonomi Indonesia dan Filipina yang telah terjalin selama 75 tahun. Di tengah lanskap perdagangan global yang semakin kompetitif, pemerintah memandang kolaborasi antarpelaku usaha sebagai elemen vital dalam memperluas jejaring ekonomi regional.

“Harapannya, IPBA menjadi gerbang strategis bagi pelaku usaha kedua negara untuk mempererat perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pembentukan asosiasi itu sejatinya telah dirintis sejak pertengahan 2024 melalui inisiatif Atase Perdagangan Manila. Proses panjang tersebut akhirnya bermuara pada lahirnya wadah bisnis bilateral yang diharapkan mampu mengakselerasi interaksi dagang lintas negara secara lebih sistematis dan berkesinambungan.

Menurut Budi, kehadiran IPBA bukan sekadar simbol diplomasi ekonomi. Asosiasi ini diproyeksikan menjadi simpul koordinasi bagi para pelaku usaha untuk memperluas konektivitas bisnis sekaligus memaksimalkan implementasi kerja sama perdagangan yang telah berlangsung selama ini.

Ia menilai keberadaan wadah tersebut juga dapat menjadi kanal advokasi terhadap berbagai hambatan perdagangan yang selama ini mengemuka di lapangan. Dengan begitu, arus ekspor-impor kedua negara dapat terus tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih resilien dalam menghadapi tantangan global,” katanya.

Ke depan, IPBA akan aktif mempromosikan produk-produk Indonesia melalui berbagai agenda seperti misi dagang, forum bisnis, hingga business matching yang mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli, distributor, importir, maupun investor asal Filipina.

Filipina sendiri masih menjadi salah satu mitra dagang utama Indonesia. Negara tersebut menempati posisi kedelapan sebagai tujuan ekspor terbesar Indonesia dengan total nilai ekspor sepanjang 2025 mencapai 10,22 miliar dolar AS.

Di sisi lain, Indonesia berada pada peringkat keempat sebagai negara pemasok utama kebutuhan impor Filipina. Sejumlah komoditas yang memiliki prospek kuat di pasar Filipina antara lain produk logam, konsentrat bijih logam, hingga minyak nabati. Dominasi komoditas tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam rantai pasok ekonomi Filipina.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.