KABARBURSA.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebutkan kondisi pasokan energi nasional selama momen lebaran Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman.
Menurutnya, pemerintah telah menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik tetap terjaga selama periode mudik Lebaran.
Yuliot menyatakan, saat ini cadangan BBM Indonesia berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Masyarakat bisa dengan menikmati aman mudik lebaran 2026 ini,” ujarnya lewat keterangan resmi dikutip Selasa, 22 Maret 2026.
Yuliot melanjutkan, kondisi pasokan energi nasional tersebut baik untuk sektor transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada level memadai. Maka dari itu ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Selain itu, pemerintah juga tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama masa libur lebaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kita belum ada pendanaan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” sebutnya.
Meski pasokan terbilang aman, Yuliot meminta agar masyarakat tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama jika terjadi antrean.
“Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, mohon bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kami melayani secepat mungkin,” ungkapnya.
Cadangan Listrik Aman
Di sisi lain, ia memastikan pasokan listrik nasional juga dalam kondisi terkendali. Daya mampu sistem kelistrikan mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak baru menyentuh sekitar 35 persen.
Artinya, tersedia cadangan daya (reserve margin) sekitar 48 persen dari kebutuhan rata-rata.
“Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat perlu khawatir,” jelasnya.
Menurut Yuliot, Kementerian ESDM akan terus memantau stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia.
“Jadi, kami mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfidri. Ini kami bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi,” tutupnya.(*)