Logo
>

ESDM Ngebut Bangun Infrastruktur demi Serap Gas Domestik

. Langkah agresif ini diambil guna memastikan produksi gas nasional yang kini didominasi untuk kebutuhan domestik dapat terserap secara optimal oleh sektor industri dalam negeri.

Ditulis oleh Gusti Ridani
ESDM Ngebut Bangun Infrastruktur demi Serap Gas Domestik
ESDM Ngebut Bangun Infrastruktur demi Serap Gas Domestik

KABARBURSA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus tancap gas mempercepat pembangunan infrastruktur pipa transmisi gas bumi di tanah air. Langkah agresif ini diambil guna memastikan produksi gas nasional yang kini didominasi untuk kebutuhan domestik dapat terserap secara optimal oleh sektor industri dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa saat ini porsi ekspor gas Indonesia menyusut drastis dan hanya menyisakan kurang lebih sepertiga dari total produksi.

"Gas alam kita itu kan sudah mayoritas dipakai di dalam negeri. Ekspor tinggal sekitar 30 persenan. Tapi, menggunakan resources dalam negeri itu butuh infrastruktur. Makanya kita bahas terus infrastruktur ini sudah sejauh mana dan bagaimana pemanfaatannya," ujar Laode dalam podcast Kementerian ESDM, dikutip Senin 18 Mei 2026.

Bicara soal infrastruktur hilir, Indonesia sebenarnya sudah memiliki jaringan kilang yang memproduksi BBM dan produk turunan lainnya. Namun, untuk urusan transportasi gas bumi, sempat berjalan lambat sebelum akhirnya mencatatkan milestone penting baru-baru ini.

Salah satu proyek monumental yang berhasil dituntaskan adalah pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem). Proyek yang sempat mangkrak belasan tahun ini akhirnya resmi mengalirkan gas pertamanya.

"Cisem itu dari 15 tahun yang lalu rencana mau dibangun, tapi baru selesai semuanya di masa Pak Menteri Bahlil ini," ungkap Laode.

Laode membeberkan, filosofi di balik pembangunan megaproyek Cisem ini adalah untuk mengalirkan potensi gas yang melimpah di wilayah timur Indonesia menuju pusat-pusat industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sukses dengan Cisem, Kementerian ESDM langsung tancap gas menggarap proyek pipa transmisi Dumai. Proyek ini menjadi krusial karena akan menjadi urat nadi bagi temuan gas raksasa di utara Sumatera, yakni Blok Andaman.

"Alhamdulillah Dumai kita mulai sekarang. Dan insyaallah tahun depan kita selesaikan, bisa untuk langsung dioperasikan," kata Laode optimis.

Ia menjelaskan bahwa pipa Dumai sengaja dikebut agar siap menyambut pasokan gas saat Blok Andaman mulai berproduksi. Dimana selama ini, jalur pipa ke arah selatan Sumatera memang belum tersedia.

"Kita punya Blok Andaman, kandungan gas yang cukup besar juga di sana. Itu nanti masuk ke Pulau Sumatera dikirim pakai pipa. Rencananya Blok Andaman ini insyaallah akan bisa mulai start tahun 2028. Jadi begitu (gasnya) ada, kita sudah jadi nih pipanya, siap untuk menerima," jelasnya.

Kebutuhan infrastruktur pipa gas ini dinilai sangat mendesak karena pemanfaatannya yang begitu luas untuk industri domestik, mulai dari sektor kelistrikan hingga hilirisasi. Salah satu yang paling krusial adalah perannya dalam menyokong program bahan bakar nabati pemerintah.

Menurut Laode, industri biodiesel nasional saat ini membutuhkan pasokan metanol yang besar untuk mengolah Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Nah, metanol tersebut diproduksi melalui proses hilirisasi gas bumi.

"Hilirisasi ini khususnya kita sekarang kan biodiesel ya. Biodiesel itu ternyata FAME-nya membutuhkan metanol. Metanolnya salah satunya diproduksinya dari hilirisasi gas. Dan butuhlah suplai gas ini. Kemudian untuk pembangkit-pembangkit juga, ya, untuk rencana transisi (energi) kita," pungkas Laode.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang