Logo
>

Euro Tertekan, UBS Pangkas Proyeksi EURCHF ke 0,91

Lonjakan harga energi dan konflik AS-Iran dorong franc Swiss sebagai safe haven, EURCHF mendekati batas psikologis 0,90.

Ditulis oleh Yunila Wati
Euro Tertekan, UBS Pangkas Proyeksi EURCHF ke 0,91
Ilustrasi. UBS menurunkan proyeksi EURCHF untuk Juni 2026 di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas. (Foto: dok KabarBursa)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Pergerakan nilai tukar euro terhadap franc Swiss kembali masuk dalam fase penyesuaian setelah tekanan eksternal dari lonjakan harga energi dan eskalasi geopolitik mengubah arah ekspektasi pasar. 

UBS Switzerland AG merevisi proyeksi EURCHF untuk Juni 2026 ke level 0,91, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven dan tekanan pada kawasan Eropa sebagai importir energi.

Dalam beberapa pekan terakhir, pasangan EURCHF bergerak menurun di tengah kombinasi sentimen global yang saling menguatkan. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, sementara investor global meningkatkan eksposur ke aset yang dinilai lebih aman. Franc Swiss menjadi salah satu tujuan utama arus tersebut, sehingga menciptakan tekanan berlapis pada euro.

Struktur fundamental kawasan juga memperjelas arah pergerakan ini. Eropa yang bergantung pada impor energi menghadapi tekanan biaya yang meningkat ketika harga minyak dan gas naik. Kondisi ini langsung tercermin pada pelemahan euro, terutama ketika pasar mulai mengantisipasi dampak lanjutan terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi kawasan.

Di sisi lain, franc Swiss menunjukkan karakter defensif yang konsisten. Dalam fase ketidakpastian global, mata uang ini cenderung menarik aliran dana sebagai lindung nilai, memperkuat posisinya terhadap euro. Pola ini terlihat jelas dalam pergerakan EURCHF yang terus mendekati area psikologis 0,90.

UBS melihat level tersebut bukan sekadar angka teknis, tetapi juga batas yang secara historis menjadi perhatian otoritas moneter Swiss. Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan mengantisipasi penguatan franc yang terlalu tajam untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, sehingga ruang penurunan di bawah 0,90 dinilai terbatas dalam kondisi normal.

Namun dalam skenario tekanan global yang lebih dalam, UBS membuka kemungkinan pelemahan lanjutan. Jika konflik Iran berlanjut dan mendorong pasangan euro-dolar menuju 1,10, EURCHF berpotensi turun di bawah 0,90 dan mendekati 0,88. Proyeksi ini mencerminkan sensitivitas tinggi pasangan mata uang tersebut terhadap dinamika energi dan risiko geopolitik.

Revisi target ke 0,91 untuk Juni menandakan adanya penyesuaian terhadap realitas pasar jangka pendek. Harga energi yang tetap tinggi dan potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah menjadi faktor yang kini dimasukkan secara lebih eksplisit dalam perhitungan UBS.

Meski demikian, skenario dasar bank tersebut masih mengasumsikan konflik berlangsung terbatas dan tidak mengganggu aliran minyak secara berkepanjangan, khususnya melalui Selat Hormuz. Dalam kondisi tersebut, tekanan harga energi diperkirakan mereda pada pertengahan tahun, membuka ruang stabilisasi pada euro.

Perhatian pasar kemudian diproyeksikan kembali pada faktor struktural kawasan Eropa. Stimulus fiskal, terutama dari Jerman, menjadi salah satu pendorong yang dinilai dapat memperkuat ekspektasi pertumbuhan. Dalam kerangka ini, UBS mempertahankan proyeksi EURCHF di level 0,93 untuk September hingga Maret 2027.

Level tersebut sekaligus mencerminkan keseimbangan baru antara faktor jangka pendek dan menengah. Di satu sisi, tekanan energi dan geopolitik masih membayangi, sementara di sisi lain terdapat dukungan dari pertumbuhan ekonomi dan profil imbal hasil yang lebih menarik bagi euro dalam horizon lebih panjang.

Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, UBS mencatat beberapa area resistensi yang menjadi perhatian pasar, yakni di kisaran 0,915, 0,9275, dan 0,935. Level-level ini membentuk batas atas pergerakan yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi pemulihan euro terhadap franc.

Dalam kerangka satu tahun, UBS juga melihat euro memiliki prospek total return yang lebih baik dibandingkan franc Swiss, terutama jika memasukkan faktor carry. Namun jalur menuju skenario tersebut tetap dipengaruhi oleh arah konflik global dan dinamika harga energi yang masih fluktuatif.

Pergerakan EURCHF saat ini mencerminkan bagaimana pasar valuta asing merespons perubahan cepat dalam risiko global. Ketika energi menjadi pusat tekanan, mata uang tidak hanya bergerak berdasarkan kebijakan moneter, tetapi juga pada posisi struktural masing-masing kawasan terhadap sumber daya tersebut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79