Logo
>

Futures Wall Street Naik Tipis saat Mata Tertuju ke AS-Iran

Kontrak berjangka Dow Jones naik 124 poin saat pelaku pasar cermati serangan militer AS terhadap target rudal Iran.

Ditulis oleh Syahrianto
Futures Wall Street Naik Tipis saat Mata Tertuju ke AS-Iran
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM – Kontrak berjangka saham (futures) Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan Minggu, 28 Juni 2026 waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah kembali meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan AS pascaserangan terbaru di Timur Tengah yang berpotensi memperpanjang durasi konflik.

Seperti dilansir CNBC, data pasar mencatat futures Wall Street, Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 124 poin atau menguat 0,2 persen. Kontrak berjangka S&P 500 terangkat 0,4 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 bergerak maju sebesar 0,5 persen.

Militer AS meluncurkan serangan terhadap target militer Iran sepanjang akhir pekan sebagai bentuk aksi balasan atas serangan yang dilakukan Teheran di kawasan Selat Hormuz. Menyusul aksi tersebut, Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan melalui unggahan di media sosial Truth Social.

“Pesawat tempur Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pesisir, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!” tulis Trump.

Seorang sumber dari Pakistan yang terlibat dalam pembicaraan damai mengonfirmasi kepada MS NOW bahwa proses negosiasi saat ini sedang ditangguhkan. Kendati demikian, seluruh pihak tetap menempatkan perwakilan diplomatik mereka di Swiss untuk melanjutkan diskusi saat kondisi dinilai telah memungkinkan.

Sebelumnya, bursa saham Wall Street menutup pekan perdagangan dengan hasil bervariasi (mixed). Pergerakan tersebut diwarnai oleh aksi rotasi modal investor yang keluar dari saham-saham sektor teknologi menuju sektor industri lainnya.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melemah hampir 2 persen dan 4,6 persen dalam sepekan. Koreksi ini didorong oleh penurunan harga saham Nvidia dan Alphabet yang masing-masing merosot lebih dari 8 persen. Selain itu, saham Meta Platforms, Apple, dan Amazon juga turun di atas 4 persen, sementara saham SpaceX jatuh sebesar 17 persen.

Di sisi lain, indeks Dow Jones yang memiliki eksposur lebih rendah terhadap sektor teknologi bergerak melawan tren pelemahan dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,6 persen. Saham Merck dan Johnson & Johnson menjadi penopang utama indeks beranggotakan 30 saham unggulan tersebut dengan kenaikan masing-masing sebesar 13 persen dan 11,5 persen sepanjang pekan lalu.

“Investor tampaknya sedang mengalami kejenuhan terhadap sektor kecerdasan buatan (AI Fatigue). Mereka mempertanyakan apakah pengeluaran masif dari perusahaan-perusahaan skala raksasa (hyperscalers) pada infrastruktur kecerdasan buatan akan memberikan hasil yang sepadan. Mereka khawatir teknologi baru akan membuat teknologi saat ini usang dalam waktu cepat melalui proses yang dikenal sebagai kehancuran kreatif (creative destruction),” tulis Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research.

Pekan ini sekaligus akan menandai akhir dari periode perdagangan bulan Juni. Berdasarkan data penutupan pasar pada hari Jumat, indeks S&P 500 mencatatkan penurunan sebesar 3 persen sepanjang bulan ini, sedangkan indeks Nasdaq telah merosot lebih dari 6 persen. Sementara itu, indeks Dow Jones bergerak positif dengan membukukan kenaikan di atas 1 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.