KABARBURSA.COM - Pemerintah mencatat capaian signifikan dari penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029T3 dan ORI029T6, dengan total dana yang terhimpun mencapai Rp14,44 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk menopang pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, memperkuat fondasi fiskal di tengah dinamika ekonomi domestik.
Berdasarkan rilis resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang diunggah melalui Keterbukaan Informasi IDX, rincian penjualan menunjukkan ORI029T3 mencatat Rp10,95 triliun, sementara ORI029T6 mencapai Rp3,48 triliun. Seri ini ditawarkan kepada masyarakat dari 26 Januari hingga 19 Februari 2026, dengan kupon kompetitif masing-masing 5,45 persen dan 5,80 persen per tahun. Penetapan kupon mempertimbangkan stabilitas pasar sekunder serta tren penurunan suku bunga domestik, sehingga menarik bagi investor ritel dari berbagai kalangan.
Dari sisi partisipasi, jumlah investor tercatat 42.612, terdiri atas 33.240 investor ORI029T3 dan 11.928 investor ORI029T6, dengan 2.556 investor berpartisipasi di kedua tenor. Data juga menunjukkan kehadiran 15.294 investor baru SUN dan 10.865 investor baru SBN, memperluas basis investor domestik.
Menariknya, sebanyak 5.595 investor melakukan pemesanan minimal Rp1 juta, sekitar 13,13 persen dari total investor, didominasi generasi milenial. Secara proporsi jumlah investor, milenial mendominasi dengan 46,82 persen, disusul generasi X 31,93 persen, dan baby boomers 14,40 persen. Namun, dari sisi nominal pemesanan, kontribusi terbesar tetap berasal dari generasi X dan baby boomers.
Berdasarkan profesi, pegawai swasta mendominasi jumlah investor dengan porsi 35,06 persen, diikuti wiraswasta 19,63 persen dan pelajar/mahasiswa 10,50 persen. Meski jumlahnya lebih sedikit, investor wiraswasta memberikan kontribusi terbesar secara nominal, menegaskan peran signifikan sektor usaha swasta dalam pasar SBN ritel.
Dari sisi gender, investor perempuan mendominasi baik dari jumlah maupun nominal pemesanan, masing-masing 57,86 persen dan 51,85 persen, menandai peningkatan partisipasi perempuan dalam instrumen keuangan aman dan terjangkau.
Dalam distribusi, Mitra Distribusi (Midis) perbankan tetap menjadi kanal utama, baik dari sisi nominal maupun jumlah investor. Namun perusahaan fintech dan sekuritas juga berperan penting, terutama dalam menjangkau lapisan masyarakat yang lebih muda dan digital-savvy.
Pemerintah menegaskan penerbitan ORI029 didukung oleh kampanye literasi keuangan dan optimalisasi media sosial untuk memperluas akses investasi SBN ritel. Dengan capaian ini, ORI029 kembali menegaskan minat investor domestik terhadap instrumen yang aman, terjangkau, dan menarik secara finansial, sekaligus menandai keberhasilan sinergi antara kebijakan fiskal dan inklusi keuangan.(*)