Logo
>

Harga Emas Naik Lagi, tapi Risiko Koreksi Mengintai

Harga emas spot naik 0,8 persen ke level USD4.529,58 per ons setelah sebelumnya naik lebih dari 1 persen.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Harga Emas Naik Lagi, tapi Risiko Koreksi Mengintai
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026 karena aksi beli. Namun, harga emas diperkirakan bakal mengalami penurunan bulanan terbesar dalam dua dekade imbas naiknya harga minyak akibat meningkatnya perang di Timur Tengah yang  menghilangkan spekulasi penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) tahun ini.

Merujuk Reuters, harga emas spot naik 0,8 persen ke level USD4.529,58 per ons setelah sebelumnya meningkat lebih dari 1 persen. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April juga naik 0,8 persen menjadi USD4.558,30. 

"Setelah harga menyentuh titik terendah dalam beberapa bulan terakhir pekan lalu, para pedagang melihat peluang untuk membeli saat harga turun, yang mendorong kenaikan harga logam mulia yang terlihat hari ini dan pada hari Jumat," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.

Diketahui, harga emas spot turun menjadi USD4.097,99 per ons pada Senin pekan lalu, level terendah sejak 24 November 2025. Logam mulia ini telah turun lebih dari 14 persen sepanjang bulan ini, dan berada di jalur penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2008. Hal ini terjadi karena tertekan oleh dolar AS yang telah menguat lebih dari 2 persen sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026.

Adapun harga minyak melanjutkan kenaikannya pada hari Senin, 31 Maret 2026 dengan Brent menuju kenaikan bulanan tertinggi setelah kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan terhadap Israel pada akhir pekan.

Evangelista menyebut para pedagang memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama, dalam dinamika yang kemungkinan akan memicu inflasi.

"Dan memaksa bank sentral untuk mengadopsi langkah-langkah pembatasan, mempertahankan suku bunga tetap atau bahkan mendorong kenaikan lebih lanjut," tambah Evangelista.

Meskipun inflasi biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, suku bunga yang tinggi justru menekan permintaan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Emas batangan, yang mencapai rekor tertinggi pada 29 Januari, masih diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 5 persen pada kuartal ini. Para investor menantikan pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam sebuah acara di Harvard yang akan berlangsung hari ini.

Di sisi lain, harga perak spot naik 1,8 persen ke level USD70,81 per ons. Harga platinum spot naik 3,7 persen menjadi USD1.931,25 dan paladium naik 3,6 persen menjadi USD1.426,89. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.