Logo
>

Hindari Antrean Tol, BRI Minta Pemudik Cek Saldo BRIZZI

BRI mengingatkan pemudik untuk memastikan saldo BRIZZI cukup sebelum perjalanan guna mempercepat transaksi tol dan mengurangi antrean kendaraan.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Hindari Antrean Tol, BRI Minta Pemudik Cek Saldo BRIZZI
BRI sebut saldo BRIZZI dapat menjadi kunci kelancaran mudik di jalan tol. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - Mudik Lebaran menggunakan kendaraan pribadi butu banyak persiapan, termasuk kecukupan saldo uang elektronik.

Terlebih jika pemilik kendaraan banyak melewati atau memilih jalan tol guna memangkas waktu perjalanan. Maka dari itu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, mengimbau agar para nasabah memperhatikan jumlah saldo uang elektroniknya sebelum memulai perjalanan mudik.

Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat transaksi di gerbang tol, serta mengurangi potensi antrean kendaraan selama periode arus mudik yang identik dengan lonjakan mobilitas.

BRI sendiri, memiliki BRIZZI sebagai produk kartu uang elektronik yang bisa dimanfaatkan untuk pembayaran  atau transaksi di jalan tol. Selain itu kebutuhan pendukung perjalanan lainnya seperti berbelanja juga dapat dilakukan dengan BRIZZI.

Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, kesiapan saldo uang elektronik menjadi faktor sederhana namun berdampak besar terhadap kelancaran perjalanan.

“BRI mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan melintasi jalan tol untuk memastikan saldo kartu BRIZZI telah mencukupi sebelum perjalanan dimulai. Persiapan ini penting agar proses transaksi di gerbang tol dapat berjalan lebih cepat sehingga perjalanan mudik menjadi lebih nyaman dan lancar,” ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis 19 Maret 2026.

BRI juga menilai, penggunaan uang elektronik juga menjadi bagian dari dorongan transaksi non-tunai yang lebih praktis dan efisien, terutama di periode dengan aktivitas tinggi seperti Lebaran.

Bank berkode saham BBRI tersebut, menyediakan berbagai kanal pengisian saldo BRIZZI yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.

Salah satunya melalui aplikasi BRImo yang memanfaatkan fitur Near Field Communication (NFC). Namun perlu dicatat, smartphone pengguna perlu dipastikan apakah memiliki fitur NFC atau tidak.

Terkait caranya, pengguna cukup menempelkan kartu ke ponsel untuk melakukan top up atau pembaruan saldo.

Selain itu, pengisian saldo juga dapat dilakukan melalui jaringan BRILink Agen. Hingga akhir 2025, BRI telah memiliki lebih dari 1,2 juta agen yang tersebar di lebih dari 66 ribu desa.

Jumlah tersebut memungkinkan transaksi dilakukan secara real time dan dekat dengan masyarakat.

BRI juga menggandeng berbagai mitra ritel dan platform digital seperti Indomaret, Alfamart, DANA, dan Blibli untuk memperluas akses top up BRIZZI.

Sebagai uang elektronik berbasis chip, BRIZZI memungkinkan transaksi cepat dengan metode tap. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran tol, transportasi publik seperti KRL, MRT, dan LRT, parkir, hingga berbagai merchant.

Sepanjang 2025, jumlah kartu BRIZZI meningkat sekitar 1,51 juta unit. Dengan penambahan tersebut, total kartu yang beredar mencapai 25,22 juta.

Adapun batas saldo maksimum BRIZZI mencapai Rp2 juta dengan akumulasi top up hingga Rp20 juta per bulan sesuai ketentuan.

Perkuat Layanan di Jalur Mudik

Untuk mendukung kenyamanan pemudik, BRI juga memperkuat layanan di sejumlah titik strategis, termasuk rest area jalan tol.

Kehadiran layanan ini memungkinkan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan transaksi perbankan selama perjalanan.

Dengan berbagai kemudahan tersebut, BRI berharap arus mudik Lebaran dapat berlangsung lebih lancar dan minim hambatan di gerbang tol. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.