Logo
>

Indeks PPI AS Panas, Emas Siap Menguji USD5.400

Data inflasi produsen AS di atas ekspektasi dorong emas ke USD5.232, imbal hasil riil turun dan tensi geopolitik jaga minat safe haven menuju area USD5.400.

Ditulis oleh Yunila Wati
Indeks PPI AS Panas, Emas Siap Menguji USD5.400
Tidak hanya emas, harga logam mulia lain ikut terdongkrak pada perdagangan akhir pekan ini. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Harga emas dunia terus bergerak menguat. Pada perdagangan Jumat waktu setempat, atau Sabtu WIB, 28 Februari 2026, emas semakin berkilau di tengah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat yang melampaui ekspektasi pasar. 

Spot gold naik 0,9 persen ke level USD5.232,21 per troy ounce pada pukul 13.25 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 1,2 persen ke USD5.253,20 per troy ounce.

Penguatan tersebut terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) untuk permintaan akhir pada Januari naik 0,5 persen secara bulanan. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi pasar sebesar 0,3 persen dan melanjutkan kenaikan Desember yang direvisi naik menjadi 0,4 persen. 

Kenaikan terutama ditopang sektor jasa yang melonjak 0,8 persen, termasuk kenaikan margin jasa perdagangan sebesar 2,5 persen. Secara tahunan, inflasi produsen tercatat 2,9 persen.

Data PPI menjadi perhatian pelaku pasar karena sejumlah komponennya digunakan dalam perhitungan inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator yang menjadi acuan utama Federal Reserve. 

Perkiraan ekonom menunjukkan inflasi inti PCE Januari berpotensi mencapai 0,5 persen secara bulanan, dengan rilis resmi dijadwalkan pada 13 Maret. Kondisi ini menempatkan pasar pada posisi menunggu arah kebijakan suku bunga berikutnya, di tengah ekspektasi bahwa ruang pelonggaran moneter masih terbatas.

Perundingan AS-Iran dan Tarif Baru

Di saat yang sama, faktor geopolitik turut menjaga minat terhadap aset lindung nilai. Perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menunjukkan kemajuan, namun belum menghasilkan kesepakatan definitif. 

Kebijakan tarif baru juga masih dalam jalur implementasi. Kombinasi faktor inflasi dan geopolitik tersebut menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai, meski penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi riil tetap menjadi variabel yang diperhatikan pelaku pasar.

Dari sisi fundamental makro, dinamika harga emas tetap dipengaruhi oleh pergerakan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS. Data menunjukkan imbal hasil riil tenor 10 tahun turun dari 1,98 persen menjadi 1,72 persen dalam periode terakhir, kondisi yang secara historis berkorelasi positif terhadap harga emas. 

Namun arah lanjutan masih bergantung pada respons pasar terhadap data inflasi berikutnya serta ekspektasi kebijakan Federal Reserve.

Analisis Teknikal Emas

Pergerakan emas dalam beberapa pekan terakhir cenderung konsolidatif di dekat level tertinggi historisnya, dengan fluktuasi yang relatif terbatas. Dalam konteks teknikal, harga bertahan di atas area USD5.220 membuka ruang uji ke level USD5.350. 

Sebaliknya, penurunan di bawah USD5.140 berpotensi mengarahkan harga ke area psikologis USD5.000. 

Level dukungan lain yang disorot pelaku pasar berada di kisaran USD5.046, sementara area resistensi teridentifikasi pada USD5.307 hingga USD5.320, dengan potensi pergerakan lanjutan menuju USD5.448 apabila momentum berlanjut.

Harga Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lainnya mencatat penguatan signifikan. Harga perak spot melonjak 4,4 persen ke USD92,20 per troy ounce, yang menunjukkan volatilitas lebih tinggi dibanding emas. Platinum dan paladium juga bergerak naik, mengikuti sentimen umum di pasar logam mulia. Kenaikan perak menjadi sorotan karena terjadi di tengah konsolidasi emas, sehingga rasio pergerakan antarlogam kembali menjadi perhatian pelaku pasar.

Dengan harga spot yang kembali berada di atas USD5.200 dan kontrak berjangka yang menguat lebih dari satu persen, pasar kini mencermati kemungkinan penutupan bulanan di atas level tersebut. 

Pergerakan emas dan logam mulia lainnya dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi oleh rilis inflasi AS selanjutnya serta perkembangan isu geopolitik yang masih berlangsung.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79