KABARBURSA.COM - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Isma Yatun, menerima kunjungan delegasi China National Audit Office (CNAO). Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan BPK menjalankan mandat sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026–2032.
Isma menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan CNAO. Pendampingan tersebut dinilai krusial dalam menghadapi fase transisi keanggotaan UN BoA, terutama dalam rangkaian Training Program on United Nations Auditing yang tengah berlangsung.
Isma menegaskan, pengalaman CNAO sebagai anggota sebelumnya memiliki signifikansi strategis. Bukan sekadar berbagi praktik audit, melainkan juga menjaga kesinambungan pengetahuan institusional dan standar kualitas pemeriksaan di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Transfer pengalaman menjadi fondasi. Integritas tetap menjadi poros.
Dukungan tersebut dipandang bernilai tinggi bagi BPK. Ia memperkuat kapasitas profesional, memastikan mutu audit tetap terjaga, serta menjamin pelaksanaan mandat UN BoA berlangsung secara akuntabel dan independen.
Dalam courtesy meeting, kedua belah pihak membahas agenda alih pengetahuan, intensifikasi kolaborasi teknis, hingga spektrum tantangan audit dalam sistem PBB yang kompleks dan multilateral. Komitmen mempererat komunikasi pun ditegaskan kembali. Kerja sama tidak berhenti pada seremoni.
Kunjungan delegasi CNAO merupakan bagian dari tahapan persiapan BPK sebelum resmi mengemban mandat sebagai anggota UN BoA mulai 1 Juli 2026. Tanggung jawab yang menuntut presisi dan kredibilitas global.
Sebagai anggota UN BoA, BPK akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah entitas di bawah naungan PBB. Di antaranya Sekretariat PBB, United Nations Office for Project Services (UNOPS), United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), serta United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat). Lingkupnya luas. Standarnya tinggi.
Delegasi CNAO dipimpin Deputy Director General of the Department of Foreign-related Audit Liang Jing, didampingi Director of External Auditors of China Ge Sheng dan sejumlah pejabat senior lainnya.
Dari pihak BPK, hadir Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VIII dan Organisasi Internasional (PKN VIII dan OI) Bahtiar Arif, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara Yudi Ramdan Budiman, serta jajaran pejabat struktural terkait. Pertemuan itu menandai babak awal penguatan peran Indonesia dalam tata kelola audit global.(*)