Logo
>

KAI Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk Rp34,8 Miliar

Pembayaran bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
KAI Bayar Bunga Obligasi dan Sukuk Rp34,8 Miliar
Pembayaran tersebut merujuk pada Surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor: KSEI-2327/JKU/0226 tertanggal 3 Februari 2026. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengumumkan telah membayarkan bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5 sebesar Rp34.812.786.250 atau sekitar Rp34,8 miliar.

Pembayaran tersebut merujuk pada Surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor: KSEI-2327/JKU/0226 tertanggal 3 Februari 2026 perihal Permintaan Dana Bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5.

Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo, menyampaikan bahwa perseroan telah menunaikan kewajiban pembayaran sesuai jadwal.

“PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan pembayaran Bunga Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Kereta Api Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-5 sebesar Rp34.812.786.250 pada tanggal 13 Februari 2026,” ujar Wisnu dalam surat pemberitahuan dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Pembayaran ini menjadi bagian dari skema pendanaan jangka menengah perusahaan untuk mendukung pengembangan dan modernisasi layanan transportasi berbasis rel. Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk sebelumnya digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Sebagai informasi, obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan perusahaan atau pemerintah kepada investor dengan imbal hasil berupa bunga dalam periode tertentu. Investor yang membeli obligasi akan menerima pembayaran bunga secara berkala hingga jatuh tempo.

Sementara itu, sukuk adalah instrumen investasi berbasis prinsip syariah. Berbeda dengan obligasi konvensional yang memberikan bunga, sukuk menggunakan akad sesuai ketentuan syariah. Dalam kasus ini digunakan akad ijarah, yaitu skema sewa atas suatu aset yang menjadi dasar penerbitan instrumen tersebut.

Dalam mekanisme sukuk ijarah, investor memperoleh imbalan berupa ujrah atau fee sewa dari aset yang menjadi underlying, bukan bunga. Dengan demikian, instrumen ini memberikan kepastian arus kas sekaligus tetap sesuai dengan prinsip keuangan syariah.

Ketepatan pembayaran bunga dan imbal hasil ini mencerminkan kondisi likuiditas perusahaan yang terjaga serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. 

Sebagai BUMN yang bergerak di sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperluas jaringan layanan angkutan penumpang dan barang di berbagai wilayah Indonesia. 

Strategi pembiayaan melalui obligasi dan sukuk menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan stabilitas keuangan jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".