KABARBURSA.COM - PT Kabar Grup Indonesia (KGI) melakukan penjajakan kolaborasi strategis dengan Kementerian Koperasi RI. Kerja sama Kementerian Koperasi dengan KGI menyasar bidang digitalisasi dan penyebarluasan informasi.
Melalui upaya ini, KGI sebagai perusahaan yang memiliki 21 jejaring media yang tersebar secara nasional hingga Malaysia dan Brunei, dapat menyebarkan informasi terkait program-program penting dalam Kementerian Koperasi (Kemenkop). Informasi yang didapat tentu akan diolah, dan kemudian dipublikasikan hingga menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Terlebih, Kementerian Koperasi memiliki program Koperasi Desa Merah Putih dengan lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini perlu diinformasikan perkembangan dan efektivitasnya dalam mendukung ekonomi masyarakat.
Upi Asmaradhana, Founder dan CEO PT Kabar Grup Indonesia menyatakan, KGI ingin turut berkontribusi membangun bangsa melalui kolaborasi dengan berbagai sektor dalam pemerintahan, salah satunya Kemenkop.
"Kami memang fokus menyebarkan informasi yang sifatnya konstruktif membangun bangsa dan negara. Jadi bagaimana jejaring Kabar Grup dapat menggali potensi-potensi yang bisa kita kolaborasikan. Sehingga dapat memperkuat literasi digital dari informasi yang ada di Kementerian Koperasi," ujar Upi Asmaradhana di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, dalam sesi pertemuan dengan KGI, Selasa, 3 Februari 2026.
Jika kerja sama disepakati, informasi terkait berbagai program, regulasi hingga pencapaian Kemenkop dapat termuat dalam aset digital KGI yang multi-platform, mulai dari berita di setiap situs media jejaring, sampai video di media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga kanal Youtube milik KGI.
Informasi yang disajikan dari Kemenkop, nantinya bakal dikemas secara menarik dari berbagai sudut pandang, termasuk perspektif ekonomi dari Kabar Bursa.
"Insya Allah kami bisa sedikit membantu untuk menggerakkan informasi-informasi dan literasi digital di sektor ekonomi misalnya terkait Koperasi Desa Merah Putih dan program lainnya. Nanti secara otomatis, informasinya akan disebarkan secara nasional hingga regional, dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur," jelas Upi.
Lebih lanjut, kerja sama KGI dengan Kemenkop bakal berlanjut dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam beberapa waktu mendatang.
Kemenkop Sambut Baik Ajakan Kolaborasi KGI
Dalam kesempatan tersebut, Kemenkop mengapresiasi inisiatif KGI untuk berperan aktif mendukung penyebarluasan informasi dan literasi digital bagi masyarakat.
Pihak Kemenkop memandang, kerja sama atau kolaborasi dengan media khususnya di bidang pemberitaan ekonomi akan berdampal positif dalam membangun perspektif dan literasi publik, sekaligus membangun penguatan koperasi.
Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah, menyebutkan, pihaknya juga memiliki berbagai program yang bisa dikolaborasikan agar lebih menjangkau lebih banyak khalayak.
"Kami ada 8.000 pendamping Koperasi Desa Merah Putih dalam bentuk asisten bisnis, di mana satu orang pendamping mendampingi 10 Koperasi Desa Merah Putih. Ada pendamping juga di tingkatan Kabupaten, Kota dan Provinsi," sebutnya.
"Selain itu ada program pengembangan SDM yang terus kita lakukan yakni Talenta Koperasi.id dengan menyediakan materi-materi online yang sesuai dengan kebutuhan manajerial di pengelolaan koperasi, hingga program pemagangan. Itu beberapa hal yang kami lakukan dan fokuskan pada 2026," lanjut Farida.
Ia menambahkan, Kemenkop sejauh ini telah melakukan pelayanan terhadap 131 ribu koperasi yang sudah ada dalam program Koperasi Desa Merah Putih.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan 28.000 gerai dan gudang guna memperkuat ekonomi desa serta mampu menyerap hasil panen rakyat.
"Dan semoga di 2026 ini semua 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih bisa beroperasi dan dijalankan sesuai dengan peraturan-peraturan yang dilakukan. Dan tentu saja harapannya bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat yang ada di setiap desa dan keluarga," pungkas Farida.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menciptakan koperasi modern dan berdampak bagi ekonomi nasional.(*)