KABARBURSA.COM – Saham Elnusa (ELSA) menguat pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, seiring munculnya sentimen korporasi dari langkah penguatan teknologi digital melalui pengembangan Artificial Intelligence (AI).
Hingga pukul 14.15 WIB, ELSA diperdagangkan di level 700, naik 25 poin atau 3,70 persen dari penutupan sebelumnya di 675.
Sejak pembukaan di level 675, harga ELSA bergerak fluktuatif namun cenderung bertahan di zona hijau. Saham sempat menyentuh level terendah 655 sebelum menguat dan mencapai level tertinggi intraday di 710.
Pergerakan ini menunjukkan adanya respons beli yang cukup konsisten sepanjang sesi, dengan harga mampu kembali ke area atas setelah tekanan pada awal perdagangan. Pola intraday tersebut mencerminkan minat pasar yang relatif terjaga, tanpa lonjakan volatilitas ekstrem.
Penguatan harga terjadi di tengah kapitalisasi pasar ELSA yang berada di kisaran Rp5,11 triliun, dengan rasio price to earnings (P/E) sekitar 7,42 dan dividend yield tercatat 5,59 persen.
Secara historis, harga ELSA bergerak di bawah level tertinggi 52 minggu di 720 dan jauh di atas level terendah 52 minggu di 360, menempatkan pergerakan saat ini di area menengah atas rentang tahunan.
Sentimen positif datang dari langkah strategis Elnusa melalui anak usahanya, PT Sigma Cipta Utama (SCU), yang resmi menjalin kerja sama dengan PT FPT Software Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 22 Januari di Graha Elnusa dan difokuskan pada pengembangan teknologi AI serta percepatan transformasi digital di lingkungan operasional Elnusa dan grupnya.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknologi SCU dalam menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi, khususnya dengan mengintegrasikan keahlian FPT Software Indonesia di bidang AI dan Machine Learning.
Implementasi teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi operasional, menyederhanakan proses bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif, terutama di sektor energi dan migas.
Direktur Pengembangan Elnusa Arief Prasetyo Handoyo, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan mengubah kompleksitas data menjadi solusi yang sederhana, terukur, dan mudah ditindaklanjuti.
Menurutnya, pemanfaatan data secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja sekaligus kualitas pengambilan keputusan di industri energi. Pernyataan ini menempatkan pengembangan AI bukan sekadar proyek teknologi, tetapi sebagai bagian dari upaya peningkatan efisiensi dan keandalan operasional.
Dari sisi anak usaha, Direktur SCU Didik Purwanto menegaskan bahwa ruang lingkup kerja sama mencerminkan kesiapan SCU dalam menghadirkan solusi AI dan ML secara lebih cepat, khususnya di lingkungan Pertamina Group.
Dalam konteks transformasi digital yang kian masif di sektor energi, kemampuan mengekstraksi insight data secara akurat dinilai memberikan nilai tambah yang signifikan bagi operasional migas yang sarat risiko dan kompleksitas.
Jika dikaitkan dengan pergerakan intraday, respons pasar terhadap ELSA terlihat selaras dengan karakter sentimen korporasi tersebut. Penguatan harga berlangsung tanpa lonjakan yang berlebihan, menunjukkan bahwa pelaku pasar merespons langkah pengembangan AI sebagai faktor pendukung jangka menengah, bukan pemicu spekulasi jangka sangat pendek.
Pergerakan yang stabil di atas harga pembukaan memperlihatkan adanya minat beli yang relatif disiplin, dengan tekanan jual yang mampu diserap di level bawah.
Secara keseluruhan, kombinasi antara penguatan intraday ELSA dan langkah strategis pengembangan teknologi AI menggambarkan upaya Elnusa memperluas kapabilitas bisnisnya di luar layanan konvensional migas.
Pergerakan harga yang terkendali mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap arah pengembangan tersebut, dengan fokus pada peningkatan efisiensi operasional dan pemanfaatan data sebagai fondasi transformasi digital di sektor energi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.