Logo
>

Komisi XII Kritik Kesenjangan Listrik: Surplus di Kota, Desa Masih Gelap

Kendala utama terletak pada belum meratanya jaringan transmisi hingga ke wilayah-wilayah pelosok

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Komisi XII Kritik Kesenjangan Listrik: Surplus di Kota, Desa Masih Gelap
Banyak desa di pelosok yang masih belum mendapatkan listrik. Penyebabnya kemungkinan karena transmisi belum menjangkau wilayah

KABARBURSA.COM - Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menekankan urgensi pemerataan infrastruktur kelistrikan, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan saat Kunjungan Kerja Komisi XII untuk melakukan evaluasi sekaligus pengawasan langsung atas implementasi program elektrifikasi nasional.

Dalam pertemuan dengan PT PLN (Persero) UID Jawa Barat, Irsan menyoroti masih banyaknya desa terpencil yang belum tersentuh aliran listrik, meskipun secara keseluruhan Jawa Barat memiliki pasokan listrik yang berlimpah. 

Ia menilai kendala utama terletak pada belum meratanya jaringan transmisi hingga ke wilayah-wilayah pelosok.

“Banyak desa di pelosok yang masih belum mendapatkan listrik. Penyebabnya kemungkinan karena transmisi belum menjangkau wilayah tersebut. Di perkotaan jaringan sudah besar dan kompleks, sementara di desa-desa cukup dengan jaringan distribusi lebih kecil agar listrik bisa masuk. Ini harus terus dipantau agar seluruh pelosok desa benar-benar menikmati listrik,” tegas Irsan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Ia juga mengingatkan PLN agar perencanaan jaringan transmisi dilakukan dengan matang dan komprehensif.

“Jangan sampai listrik kita surplus, tetapi masih ada masyarakat pedesaan yang belum menikmati aliran listrik. Tidak boleh ada kesenjangan wilayah. Tujuannya satu, agar seluruh masyarakat merasakan manfaatnya,” jelas Politisi Fraksi Partai NasDem itu dengan tegas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.