KABARBURSA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 berjalan aman dan lancar.
Hal ini disampaikan dalam penutupan Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kementerian ESDM mencatat, distribusi BBM, LPG, gas dan listrik terkendali meski konsumsi masyarakat meningkat di atas proyeksi.
“Selama pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM ini, semua penyelenggaraan energi untuk BBM, kemudian untuk LPG, gas, listrik, itu semua alhamdulillah aman dan lancar. Kemudian juga untuk antisipasi kebencanaan geologi juga sudah dilakukan dengan baik,” ujar Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadhan dan Idulfitri 2026 dalam konferensi pers penutupan Posko Nasional Sektor ESDM, Selasa 31 Maret 2026.
Ia mengakui selama periode posko terdapat beberapa kejadian gerakan tanah dan letusan gunung api. Namun, peristiwa tersebut disebut tidak sampai mengganggu kelancaran pasokan energi secara nasional.
“Jadi pada Lebaran kali ini alhamdulillah masyarakat juga bisa melaksanakan Lebaran ini dengan tenang, aman, dan juga lancar,” katanya.
Dari sisi ketahanan stok, lanjut Erika, persediaan BBM selama periode posko rata-rata berada pada level aman.
“Itu selama periode posko naik turun, tapi secara rata-rata memang semuanya di atas 20 hari. Untuk bensin itu di atas 10 hari, kemudian kalau avtur sekitar 18 hari, solar sekitar 18 hari. Tapi kalau seperti Pertamina Dex bahkan sampai sekitar 40 hari," ujarnya.
Sementara itu, untuk LPG, rata-rata ketahanan stok selama periode posko tercatat mencapai 11,6 hari.
Pada kesempatan yang sama, Erika juga menyoroti realisasi konsumsi BBM yang tercatat lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal.
Menurutnya, kenaikan konsumsi terutama dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan panjangnya masa libur Lebaran tahun ini. Ia menjelaskan, sebelumnya konsumsi diproyeksikan meningkat sekitar 12 persen, namun realisasinya mendekati 15 persen.
Meski ada indikasi panic buying di sejumlah daerah, faktor peningkatan konsumsi diukur berasal dari jumlah pemudik dan tingginya aktivitas perjalanan masyarakat.
Selain arus mudik, ia mengatakan panjangnya masa libur juga membuat masyarakat tidak hanya pulang kampung, tetapi juga melakukan perjalanan wisata dan kunjungan ke berbagai daerah. Kondisi itu ikut mendongkrak permintaan BBM selama periode posko.(*)
Penulis: Gusti Ridani