KABARBURSA.COM - PT Jasamarga Transjawa Tol mulai mengembalikan layanan operasional di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama ke kondisi normal, menyusul berakhirnya skema rekayasa lalu lintas one way nasional yang sebelumnya diterapkan untuk menopang kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, dalam keterangan resminya di Karawang, Jawa Barat, Jumat, mengungkapkan bahwa penghentian rekayasa lalu lintas tersebut diikuti dengan pemulihan sistem transaksi di GT Cikampek Utama. Kini, seluruh gardu kembali beroperasi penuh dengan total 30 unit yang melayani dua arah perjalanan—masing-masing 15 gardu untuk arus menuju Trans Jawa dan 15 gardu ke arah Jakarta.
Proses normalisasi ini tidak dilakukan secara instan. Tahapan dilakukan secara gradual, seiring kondisi lalu lintas yang mulai stabil dan terkendali di kedua jalur utama.
Dengan konfigurasi gardu yang kembali simetris, diharapkan arus transaksi pengguna jalan menjadi lebih efisien. Distribusi kendaraan, baik menuju wilayah timur Trans Jawa maupun yang mengarah kembali ke Jakarta, diupayakan dapat mengalir secara optimal tanpa hambatan berarti.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan volume kendaraan pada periode arus balik, PT Jasamarga Transjawa Tol juga menyiapkan pengoperasian GT Cikampek Utama 8. Fasilitas ini difungsikan sebagai gardu tambahan guna memperkuat kapasitas transaksi, khususnya bagi kendaraan yang datang dari arah Trans Jawa.
Secara geografis, GT Cikampek Utama 8 berada di KM 71 B ruas Tol Jakarta–Cikampek arah Jakarta, sekitar satu kilometer sebelum GT Cikampek Utama 2. Posisi ini dirancang strategis untuk mendistribusikan beban kendaraan yang meningkat pada periode puncak arus balik.
Gerbang tol tambahan tersebut dilengkapi lima gardu transaksi yang secara khusus melayani kendaraan Golongan I non-bus. Selain itu, fasilitas ini juga menjadi jalur alternatif pembayaran bagi pengguna jalan dari arah Cirebon menuju Bandung, Karawang, hingga Jakarta.
Pengoperasian GT Cikampek Utama 8 bersifat situasional, disesuaikan dengan dinamika lalu lintas di lapangan. Kehadirannya diharapkan mampu mereduksi kepadatan serta memperlancar arus kendaraan selama periode pasca-Lebaran.
Di sisi lain, JTT mengingatkan para pengguna jalan tol untuk tetap mengedepankan aspek keselamatan. Pengemudi diminta menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan prima, serta memeriksa kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki ruas tol.
Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan juga menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran perjalanan. Dengan disiplin kolektif dari seluruh pengguna jalan, arus balik Lebaran diharapkan dapat berlangsung tertib, aman, dan minim gangguan.(*)