KABARBURSA.COM - Penunjukan Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengahadirkan sosok dengan latar belakang teknis yang kuat di pucuk pimpinan perusahaan energi nasional. Latar belakang pendidikan dan kariernya memperlihatkan pengalaman di sektor energi dan industri berbasis sumber daya.
Simon resmi menjadi Direktur Utama Pertamina melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Senin, 4 November 2024.
Keputusan pengangkatan Simon sebagai Direktur Utama tertuang dalam SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.
Profil dan Pendidikan
Simon lahir di Kamasi, Tomohon, Sulawesi Utara pada 3 Oktober 1979. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Taruna dan lulus tahun 1998.
Usai lulus dari bangku sekolah, Simon melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung atau ITB. Di perguruan tinggi ini, ia meraih gelar sarjana teknik pada 2003.
Tak hanya itu, di kampus serupa, Simon kembali meneruskan perjalanan pendidikannya dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) di Business and Management ITB.
Karier Profesional
Karier profesional Simon dimulai setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dengan masuk ke sektor hulu minyak dan gas. Ia bekerja sebagai engineer di blok South East Sumatera yang dikelola oleh China National Offshore Oil Corporation (CNOOC).
Pengalaman tersebut menempatkannya langsung dalam operasional industri migas, khususnya di sisi eksplorasi dan produksi.
Setelah itu, Simon meneruskan perjalanan kariernya di sektor korporasi dengan peran yang lebih dekat ke manajemen strategis. Ia dipercaya menjabat sebagai Personal Assistant CEO di PT Nusantara Energy, sebuah perusahaan yang berfokus di sektor batu bara hingga kelapa sawit.
Posisi tersebut memberinya eksposur terhadap pengambilan keputusan tingkat atas dan pengelolaan bisnis berbasis sumber daya alam.
Simon juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Agro Industri, perusahaan yang bergerak di sektor pangan dan energi. Perjalanan karier di sini memperluas cakupan pengelamannya di luar industri migas.
Dalam perjalanan menuju pucuk pimpinan Pertamina, Simon terlebih dahulu masuk ke dalam struktur pengawasan perusahaan. Ia pernah duduk sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen di perusahaan pelat merah ini.
Penunjukkan tersebut menjadi bagian dari proses transisi sebelum akhirnya Simon dipercaya memimpin Pertamina sebagai Direktur Utama.
Langkah ini menempatkan Simon dalam posisi untuk menjalankan kebijakan strategis sekaligus memastikan kinerja bisnis perusahaan berjalan sesuai target.
Di luar pekerjaan, Simon pernah terjun ke dunia politik. Ia memulai perjalanan politiknya sebagai Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Setelah itu, dirinya masuk ke dalam Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.
Kemudian, Simon sempat dipercaya menjadi Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024. (*)