Logo
>

Mesin Laba Baru BRI, Anak Usaha Sumbang Profit Besar

Sinergi BRI Group semakin kuat. Anak usaha mencatat aset Rp267 triliun dan laba Rp10,38 triliun pada 2025, menjadi pilar baru pertumbuhan perseroan.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Mesin Laba Baru BRI, Anak Usaha Sumbang Profit Besar
BRI Group panen kontribusi anak usaha, laba Rp10,38 triliun. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat fondasi bisnis melalui sinergi berbagai anak usahanya.

Sampai akhir Triwulan IV 2025, entitas yang tergabung dalam BRI Group menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pilar penting dalam menopang kinerja perseroan.

BRI Group mencatat total aset perusahaan anak telah mencapai Rp267 triliun pada akhir 2025 atau tumbuh 23,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Dari sisi profitabilitas, laba bersih perusahaan anak BRI juga meningkat 16,1 persen YoY menjadi Rp10,38 triliun.

Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto mengatakan kontribusi perusahaan anak terhadap kinerja konsolidasi BRI kini semakin kuat.

“Sebagai bagian dari Transformasi BRIVolution Reignite, BRI juga terus mendorong new source of growth melalui penguatan perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. Kontribusi positif dari perusahaan anak menunjukkan bahwa integrasi dan kolaborasi lintas unit bisnis semakin solid dan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan BRI Group,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 6 Maret 2026.

Aquarius menjelaskan, perusahaan anak saat ini menyumbang 18,2 persen terhadap total laba konsolidasi BRI Group. Selain itu perusahaan anak BRI punya kontribusi 12,51 persen terhadap total aset konsolidasian.

Saat ini, perusahaan berkode saham BBRI ini tercatat memiliki 10 perusahaan anak yang bergerak di berbagai sektor jasa keuangan.

Seluruh entitas tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan, sekaligus memperluas jangkauan bisnis perseroan.

Sepuluh perusahaan anak BRI tersebut antara lain PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya Indonesia, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services.

Setiap entitas memiliki peran strategis dalam mendukung daya saing BRI, mulai dari pembiayaan mikro, investasi, asuransi, hingga layanan digital keuangan.

BRI juga melanjutkan transformasi bisnis melalui program BRIVolution Reignite yang bertumpu pada dua fokus utama, yakni Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Build New Core.

Dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru, BRI mendorong penetrasi di segmen konsumer, pengembangan ekosistem emas, serta penguatan rantai nilai di segmen komersial dan korporasi.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui optimalisasi ekosistem emas nasional bersama Pegadaian.

BRI Group mengembangkan layanan bullion services sekaligus meluncurkan aplikasi Tring yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari tabungan emas, cicilan, pinjaman berbasis agunan, hingga pembayaran digital.

Langkah ini tidak hanya memperluas sumber pendapatan berbasis komisi (fee-based income), tetapi juga memperkuat inklusi keuangan di masyarakat.

Sementara itu, pada segmen korporasi dan komersial, BRI memperkuat strategi melalui pendekatan ekosistem bisnis end-to-end, penguatan sektor unggulan, akuisisi dana murah atau CASA berkualitas, serta pengembangan value chain.

Dengan integrasi bisnis yang semakin kuat serta diversifikasi usaha yang terarah, BRI Group menargetkan penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus mendorong penguatan sektor produktif dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.