KABARBURSA.COM - Bursa saham Asia membuka perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, dengan pergerakan bervariasi cenderung melemah. Pergerakan ini mengikuti tekanan yang sebelumnya terjadi di bursa utama Eropa dan Wall Street.
Sentimen eksternal masih dipengaruhi oleh pergerakan saham Nvidia yang terkoreksi meski membukukan laba kuartalan di atas ekspektasi pasar, sehingga menekan indeks saham global.
Tekanan pada Nvidia berdampak langsung terhadap saham-saham teknologi Asia yang memiliki keterkaitan rantai pasok. Saham SK Hynix, pemasok utama memori bandwidth tinggi untuk Nvidia, turun lebih dari 2 persen pada perdagangan awal.
Saham Samsung Electronics, yang telah lama menjadi mitra Nvidia, melemah 0,69 persen. Di Jepang, saham SoftBank Group yang dikenal sebagai investor besar di sektor kecerdasan buatan, terperosok lebih dari 3 persen. Kondisi ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika sektor teknologi global.
Di Australia, indeks ASX 200 bergerak mendatar saat pembukaan, setelah mencatatkan rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Pada pukul 08.20 WIB, indeks tersebut naik tipis 0,06 persen ke level 9.181,10, menunjukkan stabilisasi terbatas di tengah tekanan regional.
Di Korea Selatan, indeks Kospi dibuka turun 1,1 persen dan berlanjut melemah 1,62 persen ke level 6.204,85. Indeks Kosdaq juga terkoreksi 0,35 persen. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan pada saham teknologi dan semikonduktor yang memiliki eksposur terhadap permintaan global.
Indeks Nikkei 225 Jepang juga turun 0,7 persen atau 414,08 poin ke posisi 58.339,31 setelah sebelumnya dibuka melemah 0,6 persen. Pada perdagangan sehari sebelumnya, Nikkei sempat menembus level 59.000 untuk pertama kalinya sebelum memangkas sebagian kenaikan. Indeks Topix bergerak relatif mendatar pada sesi pagi.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng diperdagangkan di level 26.391, relatif sejalan dengan posisi penutupan terakhir indeks Hang Seng di 26.381,02. Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi pembukaan yang cenderung stabil di tengah tekanan regional.
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih menghadapi tekanan setelah pada sesi sebelumnya turun 1,04 persen ke level 8.235,2. Di pasar global, harga iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York Stock Exchange terkoreksi 1,78 persen ke level USD17,89. Ini mencerminkan sentimen terhadap aset Indonesia di pasar luar negeri.
Secara teknikal, IHSG tertahan di area rata-rata pergerakan 20 hari di kisaran 8.204. Indikator stochastic RSI membentuk pola death cross di area overbought, sementara area support terdekat berada di 8.200 dengan potensi uji ke 8.150 apabila tekanan berlanjut. Di sisi atas, resistance berada pada kisaran 8.300 hingga 8.350.
Pergerakan pasar Asia pada pagi ini dipengaruhi oleh tekanan sektor teknologi global pasca koreksi saham Nvidia, dengan dampak yang menjalar ke saham-saham semikonduktor dan kecerdasan buatan di kawasan.
Sementara itu, indeks domestik berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan eksternal yang masih membayangi arah pergerakan jangka pendek.(*)