Logo
>

Pembiayaan Investasi Rp203 Triliun Disiapkan: Fokus pada Dua Sektor

Pembiayaan investasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena diarahkan ke sektor strategis

Ditulis oleh KabarBursa.com
Pembiayaan Investasi Rp203 Triliun Disiapkan: Fokus pada Dua Sektor
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan pemerintah mengalokasikan pembiayaan investasi sebesar Rp203 triliun pada 2026

KABARBURSA.COM - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan pemerintah mengalokasikan pembiayaan investasi sebesar Rp203 triliun pada 2026. Anggaran itu guna memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan pasokan pangan nasional tetap aman.

Hingga 31 Januari, realisasi pembiayaan investasi tercatat Rp22,73 triliun. Dana tersebut terutama digunakan untuk mendukung operator investasi pemerintah, khususnya Perum Bulog, dalam memperkuat cadangan beras pemerintah. Selain itu, terdapat penerimaan kembali investasi sebesar Rp49 miliar yang berasal dari pengembalian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah.

Juda menegaskan penguatan cadangan beras terus berjalan. Sampai akhir Januari 2026, pengadaan cadangan beras dari dana investasi nonpermanen telah mencapai Rp639 miliar atau setara sekitar 50 ribu ton beras.

“Anggaran ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujarnya.

Ia menilai pembiayaan investasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena diarahkan ke sektor strategis yang berdampak pada kebutuhan dasar. Dukungan pada pertanian dan pangan diharapkan mampu menjaga harga tetap stabil sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, secara keseluruhan kinerja pembiayaan negara masih solid dan sehat, serta berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Pembiayaan akan terus menjalankan perannya menjaga stabilitas ekonomi, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Juda.

Pemerintah juga memastikan reformasi pembiayaan akan terus dilakukan agar pengelolaan fiskal semakin efisien, kredibel, dan tangguh. Dengan tata kelola yang konsisten dan disiplin fiskal, pemerintah optimistis pembiayaan negara dapat terus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.(*/NAD)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi