KABARBURSA.COM - Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp40 triliun melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 31 Maret 2026. Aksi ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan fiskal di tengah dinamika pasar keuangan yang terus bergerak.
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, total penawaran yang masuk dalam lelang kali ini mencapai Rp58,22 triliun. Angka tersebut mencerminkan minat investor yang tetap solid terhadap instrumen utang pemerintah.
Kontributor terbesar dalam penyerapan dana berasal dari seri FR0109 (reopening). Pemerintah memenangkan dana sebesar Rp16,7 triliun dari total penawaran Rp19,93 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang disepakati berada di level 6,57944 persen, dengan tenor hingga 15 Maret 2031.
Selanjutnya, seri FR0108 (reopening) juga mencatatkan kontribusi signifikan. Dari penawaran sebesar Rp12,22 triliun, pemerintah menyerap Rp7,4 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 6,86968 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2036.
Untuk instrumen jangka pendek, seri SPN12270401 yang merupakan penerbitan baru berhasil menarik dana Rp5 triliun dari penawaran Rp6,6 triliun. Imbal hasilnya tercatat sebesar 5,45000 persen dengan jatuh tempo pada 1 April 2027.
Di sisi lain, seri FR0105 (reopening) memberikan tambahan dana sebesar Rp3,15 triliun dari penawaran Rp3,59 triliun. Yield rata-rata tertimbang berada di level 6,92991 persen, dengan tenor panjang hingga 15 Juli 2064.
Seri FR0107 (reopening) turut menyumbang Rp2,4 triliun dari total penawaran Rp3,16 triliun. Instrumen ini menawarkan imbal hasil rata-rata 6,91792 persen dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2045.
Adapun seri FR0106 (reopening) menghasilkan penyerapan Rp1,7 triliun dari penawaran Rp4,91 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 6,93934 persen dan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.
Sementara itu, seri FR0102 (reopening) menyumbang Rp1,5 triliun dari penawaran Rp1,91 triliun. Imbal hasil rata-rata tercatat 6,92994 persen dengan tenor hingga 15 Juli 2054.
Untuk instrumen jangka sangat pendek, pemerintah menyerap seluruh penawaran pada seri SPN12260702 (reopening) senilai Rp1,15 triliun. Yield yang terbentuk sebesar 5,30000 persen dengan jatuh tempo 2 Juli 2026.
Terakhir, dari seri SPN01260502 yang merupakan penerbitan baru, pemerintah berhasil meraup Rp1 triliun dari total penawaran Rp4,75 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang tercatat 4,90000 persen dengan jatuh tempo pada 2 Mei 2026.(*)