KABARBURSA.COM - Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa menembus level Rp19 ribu di akhir Juni 2026.
Ibrahim mengatakan kondisi rupiah bisa menyentuh level Rp19 ribu tidak lepas dari kemungkinan ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat dan ekspetasi suku bunga tinggi di AS.
"Dan kalau gejolak geopolitik masih terus berlangsung, kemudian spekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dan menaikkan suku bunga, di akhir Juni ini rupiah kemungkinan besar akan di Rp19 ribu," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Ibrahim, faktor utama yang saat ini membebani pergerakan rupiah adalah meningkatkan ya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Situasi memanas setelah terjadinya serangan antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia.
"Gencatan senjata antara AS dan Iran kemungkinan besar tidak akan berumur panjang karena AS sendiri mengatakan pangkalan-pangkalan udara mereka di Timur Tengah rusak berat," kata Ibrahim.
Adapun untuk sepekan ke depan periode 8-12 Juni 2026, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.250.
Prediksi Harga Emas
Di tengah tekanan terhadap rupiah, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia dan logam mulia masih akan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan.
Secara teknikal, kata dia, harga emas memiliki area support di USD4.264 per troy ons dan support berikutnya di USD4.153 per troy ons.
Sementara apabila menguat, harga emas dunia berpotensi menguji level resistance di USD4.384 per troy ons dan resistance berikutnya di USD4.560 per troy ons.
Untuk logam mulia, Ibrahim menilai pelemahan harga global berpotensi tertahan oleh depresiasi rupiah. Ia memperkirakan jika mengalami koreksi, logam mulia berada di level Rp2.708.000 per gram.
"Kalau seandainya melemah kembali kemungkinan besar harga loga mulia itu di Rp2.630.000," katanya.
Sebaliknya apabila harga emas menguat, logam mulia berpotensi bergerak menuju resistance Rp2.768.000 per gram dan resistance berikutnya di Rp2.830.000 per gram. (*)