Logo
>

Perang AI Makin Brutal, Anthropic Salip OpenAI dengan Valuasi Rp17 Ribu Triliun

Anthropic menyalip OpenAI setelah meraih pendanaan USD 65 miliar, mendorong valuasinya tembus Rp17 ribu triliun.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Perang AI Makin Brutal, Anthropic Salip OpenAI dengan Valuasi Rp17 Ribu Triliun
Anthropic salip OpenAI usai raup pendanaan jumbo USD 65 miliar, valuasi perusahaan AI itu kini tembus Rp17 ribu triliun. Foto: Diolah dari berbagai sumber.

KABARBURSA.COM — Anthropic makin menunjukkan bahwa perang kecerdasan buatan atau AI sekarang bukan lagi soal teknologi semata, tapi soal siapa paling kuat bakar uang. Perusahaan pengembang chatbot Claude itu mengumumkan telah meraup pendanaan baru sebesar USD 65 miliar (Rp1.157 triliun) dengan valuasi setelah pendanaan mencapai USD 965 miliar (Rp17.177 triliun).

Angka itu langsung membuat posisi Anthropic melesat melewati OpenAI yang terakhir kali memiliki valuasi USD 852 miliar (Rp15.165 triliun) pada Maret lalu. Persaingan dua raksasa AI ini pun makin mirip adu gengsi miliarder Silicon Valley yang sama-sama takut tertinggal.

Kenaikan valuasi Anthropic bahkan terbilang brutal. Pada Februari 2026, valuasinya masih berada di level USD 380 miliar (Rp6.764 triliun). Artinya, hanya dalam hitungan bulan, nilainya melonjak lebih dari dua kali lipat. Investor tampaknya makin yakin bahwa bisnis AI generatif adalah ladang emas baru, meski sampai sekarang mayoritas perusahaan AI masih sibuk bakar duit untuk komputasi dan server.

Anthropic mengklaim penggunaan Claude terus melonjak di kalangan pelanggan perusahaan global. Pendapatan tahunan perusahaan juga disebut sudah menembus USD 47 miliar (Rp836,6 triliun) pada awal bulan ini.

“Sejak pendanaan seri G pada Februari, adopsi terus tumbuh di pelanggan perusahaan global, dan pendapatan tahunan kami melampaui USD 47 miliar lebih awal bulan ini,” tulis Anthropic dalam blog resminya, dikutip dari Reuters, Jumat, 29 Mei 2026.

Di balik pesta valuasi itu, ada masalah klasik yang mulai menghantui industri AI, yakni kebutuhan komputasi yang rakus bukan main. Anthropic bahkan sempat kewalahan memenuhi permintaan pengguna dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan itu sampai menerapkan pembatasan penggunaan pada jam sibuk dan memberi insentif agar pengguna memakai layanan di luar jam ramai.

Fenomena ini memperlihatkan satu kenyataan yang mulai terasa absurd. AI makin dipromosikan sebagai teknologi masa depan umat manusia, tapi untuk sekadar menjaga chatbot tetap menyala, perusahaan-perusahaan teknologi harus membakar dana ratusan miliar dolar.

Pendanaan terbaru Anthropic dipimpin Altimeter Capital, Dragoneer, Greenoaks, dan Sequoia Capital. Coatue serta ICONIQ ikut menjadi co-lead investor.

Yang menarik, perusahaan chip seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix juga ikut masuk. Ini memperlihatkan bahwa perang AI kini bukan cuma urusan software, melainkan juga perebutan chip dan pusat data.

Amazon pun makin dalam masuk ke permainan ini. Sebelumnya, raksasa teknologi itu sudah menggelontorkan investasi USD 8 miliar (Rp142,4 triliun). Pada April lalu, Amazon kembali menyatakan siap menambah investasi hingga USD 25 miliar (Rp445 triliun).

Sebagai gantinya, Anthropic berkomitmen menghabiskan lebih dari USD 100 miliar (Rp1.780 triliun) dalam 10 tahun ke depan untuk memakai teknologi cloud milik Amazon.

Dengan angka sebesar itu, industri AI mulai terasa seperti kasino raksasa. Semua pemain bertaruh miliaran dolar demi satu harapan sederhana, yakni jangan sampai kalah duluan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).