Logo
>

Pesan Rektor UIN Alauddin Makassar: Kembangkan Ekonomi dari Kondisi Tersulit

Prof. Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyampaikan masa depan bisa dibangun ketika generasi muda berkeinginan merubah takdir

Ditulis oleh Harun Rasyid
Pesan Rektor UIN Alauddin Makassar: Kembangkan Ekonomi dari Kondisi Tersulit
Prof. Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

KABARBURSA.COM - Generasi muda kerap dilanda berbagai kecemasan terhadap kondisi ekonomi saat ini hingga masa depan. Namun kecemasan terkait ketidakpastian ekonomi sampai pencarian jati diri itu, harus terus diusahakan generasi muda.

Prof. Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyampaikan beberapa pesan kepada generasi muda di Forum Ekonomi Regional Sumatra yang dihelat Senin, 20 April 2026 di UIN Raden Fatah Palembang.

Menurutnya, masa depan bisa dibangun ketika generasi muda berkeinginan merubah takdir. Dirinya menceritakan bahwa kesuksesan terbuka lebar meskipun memiliki latar belakang ekonomi yang sulit.

"Tahun 2013 saya menulis buku yang diangkat ke layar lebar pada 2018, judulnya Melawan Takdir. Saya berasal dari ekonomi sulit. Tapi justru dari situlah keluarga kami pelaku ekonomi syariah, ekonomi riil. Karna saya adalah sosok yang mengalami hampir kesempurnaan akan ketiadaan," ujarnya dalam forum bertajuk Ekonomi Syariah Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi itu.

Hamdan bercerita bahwa sejak kecil ia sudah ditinggal ayahnya. Ibunya juga tidak mengeyam bangku pendidikan. Namun kesulitan itu, terus didobrak hingga ia berambisi mengambil jalur pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.

"Ibu saya tidak sekolah, apalagi ikut forum seperti ini. Ibu saya kerja serabutan, dan menenun selama lebih dari 20 tahun. Saya bersekolah,  hingga kuliah untuk menopang  ekonomi keluarga. Saya bekerja sebagai buruh. Selesai itu saya berburu beasiswa hingga lulus S2 ke Kanada," ucapnya.

Perjalanan sampai Kanada mengalami banyak hambatan, dari soal budaya hingga regulasi administratif.

"Tapi saya ke Kanada juga demi mengumpulkan beasiswa untuk anak-anak muda penggiat ekonomi syariah. Itu semua dengan usaha keras saha lakukan untuk keluar dari kubangan kemiskinan," kata Hamdan.

Ia melanjutkan, beasiswa tersebut mampu mengantarkan Hamdan bersama keluarganya ke kondisi ekonomi yang lebih baik, bahkan mewujudkan mimpi keluarganya dalam membeli rumah.

"Tidak lupa saya kirimkan uang untuk ibu saya dari uang sisa beasiswa, besarnya sekitar Rp1,5 juta. Saya ingat keluarga saya belum memiliki rumah. Jadi rumah dulu harganya Rp3 juta, dan akhirnya itu bisa terwujud. Itu mimpi saya, mimpi saya juga beli parabola padahal dulu belum punya rumah dan televisi," kenang Hamdan.

Setelah itu, Hamdan kembali mengejar pendidikan lebih tinggi dengan mendaftar kuliah S3 di Australia. Di Negeri Kangguru, ia mampu diangkat menjadi Asisten Dosen untuk mengajar para mahasiswa.

Ia menekankan, generasi muda harus mau berproses dan tidak hanya melihat hasil yang sudah ditorehkan orang lain.

"Saya daftar S3 di Australia, lalu saya diangkat menjadi Asisten Dosen untuk mengajar bule-bule di sana. Inilah perjalanan pencarian jati diri, bagaimana melawan takdir adalah proses untuk mau meningkatkan geliat ekonomi. Proses lebih penting dari produk," terang Hamdan.

"Jangan terpesona pada pencapaian orang lain, terpersonalah pada proses yang mereka tempuh untuk mencapai pencapaian tersebut. Sekali lagi proses lebih penting dari hasil," pungkasnya menambahkan. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.