KABARBURSA.COM - Harga logam mulia diprediksi akan berbalik menguat pada perdagangan pekan depan. Diketahui pada Sabtu, 21 Maret 2026 harga emas ditutup ditutup koreksi ke level USD4.497,37 per troy ons.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan harga emas tersebut juga diikuti oleh menyusutnya harga logam mulia yang sebesar Rp2.893.000 per gram.
Ibrabim memandang tekanan terhadap emas maupun logam mulia masih berlanjut pada awal pekan depan. Level support pertama harga emas diperkirakan berada di harga USD4.423,06 per troy ins.
"Sementara logam mulia itu di level Rp2.840.000 per gram," ujar dia dalam keterangannya pada Minggu, 22 Maret 2026.
Jika tekanan berlanjut, Ibrahim membeberkan support harga emas berikutnya diproyeksikan berada di kisaran USD4.319 per troy ons. Sedangkan logam mulia bisa menyentuh Rp2.800.000 per gram.
Namun, Ibrahim memandang peluang rebound masih terbuka. Jika harga emas menguat, resistance pertama berada di USD4.559,86 per troy ons, dengan proyeksi harga logam mulia naik ke Rp2.920.000 per gram.
Apabila menguat kembali dalam satu pekan, resistance kedua harga emas dunia berada di USD4.681,50 per troy ons yang dapat mendorong harga logam mulia mendekati Rp2.980.000 per gram.
"Jadi ada kemungkinan besar dalam minggu depan logam mulia akan di bawah Rp3 juta itu di Rp2.980.000 rupiah per gram," kata dia.
Meski tengah koreksi, Ibrahim menilai pelemahan emas saat ini masih bersifat sementara dan bukan perubahan tren jangka panjang. Emas tetap dipandang sebagai aset lindung, hanya saja kini tengah mengalami tekanan akibat dinamika global. (*)