KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI DenHaag memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) daring yang mempertemukan eksportir Indonesia dengan importir asal Belanda.
Business matching ini dilakukan untuk menangkap potensi permintaan yang menjanjikan bagi produk rempah dan bumbu Indonesia di pasar Belanda.
Atdag RI Den Haag Annisa Hapsari, menyampaikan, fasilitasi ini merupakan upaya untuk terus memperkuat penetrasi komoditas produk unggulan Indonesia ke pasar Eropa.
“Fasilitasi ini upaya nyata memperkuat posisi rempah dan bumbu Indonesia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi," ujar dia dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.
Meskipun pasar Belanda cenderung berhati-hati dalam memilih pemasok, kata Annisa, mereka berpotensi menjadi mitra jangka panjang apabila hubungan bisnis terbangun secara konsisten dan profesional.
Annisa menjelaskan, minat terhadap produk rempah dan bumbu asal Indonesia kian menguat seiring berkembangnya tren produk etnik di Eropa. Saat ini, aspek keberlanjutan, etika, dan higienitas menjadi prioritas utama konsumen Eropa.
“Kami optimistis kepemilikan sertifikasi global akan menjadi nilai tawar krusial bagi rempah dan bumbu Indonesia untuk menembus industri makanan global, termasuk Eropa, yang kini semakin selektif dan kompetitif,” ungkap dia.
Untuk semakin memperkuat kepercayaan pasar, Annisa juga mendorong para eksportir untuk dapat memanfaatkan program S’RASA, atau Rasa Rempah Indonesia. Program ini dirancang untuk mempromosikan berbagai kuliner khas Indonesia dengan bumbu khas Nusantara.
“Untuk diterima konsumen Eropa yang sangat memperhatikan asal-usul produk, penguatan penjenamaan (branding) melalui payung identitas nasional menjadi sangat penting,” ujarnya.
Apapun, dalam acara ini Kemendag mempertemukan eksportir Indonesia, PT Sumber Inti Pangan, dengan importir asal Belanda yakni InterAromat BV. (*)