KABARBURSA.COM - Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, Rosan Roeslani, menilai rangkaian lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan berlangsung impresif. Bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi misi ekonomi yang berhasil mengerek kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Usai menghadiri forum Indonesia–Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rosan menggarisbawahi satu faktor penentu. Keterlibatan langsung Presiden dalam berdialog dengan pelaku usaha. Interaksi itu berlangsung terbuka, lugas, dan substansial.
“Mereka bisa menyampaikan langsung ke Bapak Presiden inputnya, kemudian feedback-nya, dan juga kendala yang mereka hadapi di Indonesia. Presiden sangat responsif dan terbuka. Ini direspons sangat positif oleh dunia usaha,” ujar Rosan.
Selama kunjungan tersebut, pemerintah menggelar sejumlah pertemuan strategis dengan korporasi besar. Di Jepang, forum bisnis dihadiri lebih dari 300 pengusaha, dilengkapi pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan utama. Sementara di Korea Selatan, diskusi intensif dilakukan bersama 11 perusahaan besar.
Di tengah lanskap geopolitik global yang fluktuatif, tren investasi justru menunjukkan arah yang kontras. Minat dari Jepang dan Korea terhadap Indonesia terus menanjak. Rata-rata, investasi Korea tumbuh sekitar 14 persen per tahun, sedangkan Jepang berada di kisaran 8 hingga 9 persen.
Rosan kemudian menyinggung peran Danantara sebagai sovereign wealth fund. Kehadirannya menjadi katalis yang mempertebal keyakinan investor, khususnya dalam skema investasi bersama atau co-investment. Ini bukan sekadar instrumen keuangan, melainkan jangkar kepercayaan.
Saat ini, pemerintah tengah mengakselerasi tindak lanjut sejumlah rencana investasi bersama. Di antaranya dengan Lotte Chemical dan POSCO. Nilainya tidak kecil.
“Kami dalam proses menindaklanjuti investasi bersama dengan Lotte Chemical dan POSCO, dengan nilai kurang lebih bisa mencapai 6 miliar dolar AS,” ungkapnya.
Fenomena lain turut mencuat. Sejumlah investor lama yang telah beroperasi di Indonesia kini justru memperluas cakupan investasinya. Mereka tidak berhenti di tahap awal. KCC Glass, POSCO, dan beberapa entitas lainnya tengah bersiap memasuki fase ekspansi lanjutan.
Menurut Rosan, stabilitas politik dan ekonomi Indonesia menjadi fondasi krusial. Faktor ini diakui secara luas oleh investor sebagai elemen penentu dalam keputusan investasi jangka panjang. Sebuah prasyarat yang tidak bisa ditawar.
“Karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan long term commitment kepada Indonesia. Dan ini diakui oleh mereka semua,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Rosan, tidak akan berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Fokus kini beralih pada realisasi. Setiap komitmen diupayakan segera bertransformasi menjadi proyek nyata yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.
“Kami meyakini ke depannya investasi yang masuk ke Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat untuk kita semua,” tuturnya.
Rangkaian kunjungan ini pada akhirnya mempertegas posisi Indonesia sebagai destinasi investasi strategis di kawasan. Lebih dari itu, ia mencerminkan efektivitas diplomasi ekonomi Presiden Prabowo dalam menarik arus modal berkualitas ke dalam negeri.(*)