KABARBURSA.COM - Mata uang rupiah ditutup melemah sebanyak 25 poin ke level Rp17.002 pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Konflik di Timur Tengah masih menjadi katalis pelemahan rupiah hari ini.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan saat ini pasar masih mewaspadai terhadap potensi eskalasi perang Timur Tengah setelah kelompok Houthi yang berbasis di Yaman menyerang Israel pada akhir pekan lalu.
"Kelompok Houthi dapat membuka front baru dalam perang, mengingat mereka memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan di Laut Merah," ujar dia dalam keterangannya.
Ibarhim membeberkan jika Iran siap menghadapi invasi darat oleh Amerika Serikat (AS), terutama setelah laporan akhir pekan lalu menunjukkan Washington mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah.
Presiden AS, Donald Trump, kata Ibrahim, bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan kesepakatan mungkin akan segera tercapai.
"Namun, ia tidak menyebutkan tenggat waktu yang jelas, sambil juga memperingatkan akan adanya serangan lebih lanjut terhadap Teheran," ungkapnya.
Lebih jauh Ibrahim mengungkap sentimen pelemahan rupiah juga datang dari sikap pesimis rumah tangga AS tentang kondisi ekonomi. Ia merujuk data dari Universitas Michigan yang menyebut Sentimen Konsumen pada bulan Maret turun dari 55,5 menjadi 53,3, di bawah perkiraan 54.
"Ekspektasi inflasi untuk dua belas bulan ke depan melonjak dari 3,4 persen pada bulan Februari menjadi 3,8 persen, sementara untuk lima tahun tetap tidak berubah di 3,2 persen," terangnya.
Adapun untuk perdagangan besok, Selasa, 31 Maret 2026, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.040. (*)