Logo
>

RUPST MNC Tourism (KPIG) Ketuk Palu Kinerja 2025, Pendapatan-Laba Kompak Menguat

RUPST KPIG menyetujui laporan keuangan 2025 dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih serta perubahan susunan direksi.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
RUPST MNC Tourism (KPIG) Ketuk Palu Kinerja 2025, Pendapatan-Laba Kompak Menguat
RUPST KPIG menyetujui laporan keuangan 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan, lonjakan EBITDA, dan kenaikan laba bersih. Rapat juga menetapkan perubahan susunan direksi serta menyetujui sejumlah agenda strategis Perseroan. Foto: Dok. KPIG.

KABARBURSA.COMPT MNC Tourism Indonesia Tbk atau KPIG menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Direksi, Laporan Keberlanjutan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Seiring dengan pengesahan tersebut, Perseroan melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025. Pendapatan bersih KPIG tercatat sebesar Rp2,6 triliun atau meningkat 47,7 persen dibandingkan Rp1,8 triliun pada tahun sebelumnya.

“Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh solid 47,7 persen year-on-year dibandingkan periode tahun 2024 sebesar Rp1,8 triliun,” ujar manajemen KPIG dalam keterbukaan informasi yang dirilis Selasa, 30 Juni 2026.

Kinerja operasional Perseroan juga menunjukkan peningkatan signifikan. EBITDA mencapai Rp829 miliar atau melonjak 206 persen secara tahunan dengan marjin EBITDA sebesar 31,7 persen.

“Perseroan berhasil mencatat EBITDA sebesar Rp829,0 miliar, meningkat signifikan 206,0 persen year-on-year dengan marjin EBITDA sebesar 31,7 persen,” kata manajemen KPIG.

Sementara itu, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp724,2 miliar atau tumbuh 6,7 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp679 miliar.

“Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp724,2 miliar atau meningkat 6,7 persen year-on-year dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp679,0 miliar,” ujar manajemen KPIG.

Dari sisi posisi keuangan, hingga akhir Desember 2025 total aset KPIG mencapai Rp36 triliun, meningkat dibandingkan Rp35,8 triliun pada akhir Desember 2024. Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp7,2 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp28,8 triliun.

Selain mengesahkan laporan keuangan, RUPST juga menyetujui dan menerima pengunduran diri Alex Wardhana dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Pada saat yang sama, pemegang saham menyetujui pengangkatan Edi Yanto sebagai Direktur KPIG.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris Perseroan terdiri atas Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Letjen TNI (Purn.) Joni Supriyanto, Komisaris Liliana Tanaja Tanoesoedibjo, Komisaris Henry Suparman, Komisaris Independen Susaningtyas Nefo H. Kertopati, serta Komisaris Independen Stien Maria Schouten.

Adapun jajaran Direksi dipimpin Direktur Utama Hary Tanoesoedibjo, didampingi Wakil Direktur Utama M. Budi Rustanto dan Andrian Budi Utama. Posisi direktur lainnya diisi Michael Stefan Dharmajaya, Junita Sari Ujung, Ridawaty, dan Edi Yanto.

Dalam agenda yang sama, RUPST juga menyetujui rencana penjaminan aset Perseroan dan/atau anak usaha sesuai ketentuan POJK Nomor 42/POJK.04/2020 dan POJK Nomor 17/POJK.04/2020.

Respons Pasar Belum Sejalan dengan Kinerja Fundamental

Meski membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025, pergerakan saham KPIG belum sepenuhnya mencerminkan kinerja fundamental tersebut.

Pada perdagangan sesi pertama Selasa, 30 Juni 2026, saham KPIG bertengger di level Rp73 per saham atau melemah 3 poin setara 3,95 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, tekanan terhadap saham perseroan bahkan mencapai 10,98 persen setelah turun dari kisaran Rp82 menjadi Rp73 per saham. Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar KPIG tercatat sekitar Rp7,83 triliun.

Dari sisi valuasi, saham KPIG diperdagangkan pada Price to Earnings Ratio (PER) trailing sebesar 10,32 kali dan Price to Book Value (PBV) sebesar 0,27 kali. Angka PBV yang berada jauh di bawah satu kali menunjukkan harga saham Perseroan masih berada di bawah nilai bukunya, meski penilaian murah atau tidaknya tetap bergantung pada prospek bisnis serta persepsi pasar terhadap emiten.

Sementara itu, rasio Price to Sales berada di level 2,86 kali dan Price to Cash Flow tercatat sebesar 8,32 kali.

Dari sisi kesehatan keuangan, KPIG memiliki Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,16 kali. Level ini mencerminkan tingkat leverage yang relatif rendah. Rasio lancar (Current Ratio) berada di level 1,05 kali, sedangkan Quick Ratio tercatat 0,52 kali.

Adapun indikator profitabilitas menunjukkan Return on Assets (ROA) sebesar 2,10 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 2,64 persen. Pada periode kuartalan, Perseroan membukukan Gross Profit Margin sebesar 30,57 persen, Operating Profit Margin 11,80 persen, serta Net Profit Margin mencapai 16,19 persen.

Meski secara fundamental Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 47,7 persen, EBITDA melonjak 206 persen, dan laba bersih meningkat menjadi Rp724,2 miliar sepanjang 2025, pergerakan harga saham dalam jangka pendek masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar, likuiditas perdagangan, hingga dampak penilaian MSCI terhadap pasar modal Indonesia.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).