Logo
>

Saham RISE Ambles dari Rp7.725 ke Rp835, Manajemen Tetap Bidik Pertumbuhan Double Digit

Meski saham RISE terjun bebas hingga 89 persen dari puncaknya, perseroan tetap optimistis mencetak pertumbuhan dua digit.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Saham RISE Ambles dari Rp7.725 ke Rp835, Manajemen Tetap Bidik Pertumbuhan Double Digit
Saham RISE anjlok 89 persen dari puncaknya, namun manajemen tetap optimistis mencetak pertumbuhan double digit pada 2026. Foto: Dok. RISE.

KABARBURSA.COM – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menghadapi tekanan berat di pasar modal sepanjang tahun ini. Di tengah penurunan harga saham yang mencapai lebih dari 86 persen sejak awal tahun, emiten properti milik grup Tanrise tersebut tetap optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja dua digit hingga akhir 2026.

Berdasarkan data perdagangan per Jumat, 5 Juni 2026, saham RISE berada di level Rp835 per saham. Secara year to date (YTD), harga saham perseroan telah terkoreksi 86,31 persen dibandingkan posisi awal tahun.

Dalam grafik perdagangan sepanjang 2026, saham RISE bahkan sempat menyentuh level tertinggi di kisaran Rp7.725 per saham sebelum berbalik arah dan mengalami tren penurunan tajam hingga berada di bawah Rp1.000 per saham. Dari level puncak tersebut, nilai saham perseroan telah menyusut sekitar Rp6.890 per saham atau hampir 89 persen.

Pergerakan harga yang tidak biasa tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham RISE. Status UMA merupakan peringatan dari bursa kepada investor atas terjadinya pergerakan harga atau aktivitas perdagangan yang dinilai tidak wajar, meski tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran.

Di tengah tekanan harga saham tersebut, manajemen menilai fundamental bisnis perseroan masih menunjukkan arah pertumbuhan yang positif.

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk merupakan pengembang properti terintegrasi yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur. Perseroan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2018 dengan kode saham RISE dan memiliki portofolio bisnis di sektor residensial, properti komersial, pergudangan, gedung bertingkat, hingga perhotelan dan hospitality.

Direktur Utama RISE , Budi Agusti mengatakan perseroan melihat tahun 2026 sebagai momentum untuk mempercepat ekspansi bisnis dengan memanfaatkan land bank strategis yang dimiliki perusahaan.

"Kami melihat tahun 2026 sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan. Dengan keunggulan land bank strategis berskala besar dan ekosistem bisnis TANCORP Group yang terintegrasi, RISE memiliki fondasi kokoh untuk terus bergerak maju dan mencetak pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut dia, prospek industri properti nasional masih memberikan peluang pertumbuhan yang menarik, terutama pada segmen hunian, hospitality, dan logistik modern yang menjadi fokus pengembangan perseroan.

Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, RISE menyiapkan tiga strategi utama sepanjang tahun ini. Pertama, mempercepat pembangunan seluruh proyek yang sedang berjalan, baik pada segmen residential, integrated city, hospitality maupun commercial. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus serah terima kepada konsumen.

Kedua, memperkuat sumber pendapatan berulang atau recurring income melalui pengembangan aset perhotelan bintang lima dan serviced apartment. Pendapatan berulang merupakan pendapatan yang diperoleh secara rutin dari operasional aset yang sudah berjalan, sehingga dinilai lebih stabil dibandingkan penjualan proyek properti.

Ketiga, melakukan ekspansi geografis ke wilayah-wilayah yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi, terutama Sumatra dan Kalimantan, untuk menangkap peluang dari pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

"Peningkatan recurring income merupakan salah satu jangkar strategis kami untuk menghasilkan pendapatan yang lebih stabil dan berkualitas. Oleh karena itu, pengembangan hotel baru dan serviced apartment akan terus kami dorong secara fokus," kata Budi.

Saat ini portofolio hospitality perseroan diperkuat oleh sejumlah aset seperti Vasa Hotel Surabaya, Vasa Suites Surabaya, Solaris Hotel dan Cleo Business Hotel. Perseroan juga menyiapkan pengembangan proyek baru di Bali dan Malang untuk memperluas kontribusi pendapatan berulang dari sektor perhotelan.

Optimisme manajemen didukung oleh kinerja keuangan kuartal I 2026 yang mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Pendapatan usaha perseroan mencapai Rp173,1 miliar atau tumbuh 36,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA melonjak 262,3 persen menjadi Rp79,7 miliar.

Pertumbuhan paling tinggi tercatat pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Pada kuartal I 2026, laba bersih RISE mencapai Rp97,2 miliar atau melonjak 495,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Budi, capaian tersebut menjadi bukti bahwa strategi ekspansi yang dijalankan perseroan mulai menghasilkan kinerja yang positif.

"Kinerja Kuartal I-2026 menjadi bukti nyata bahwa strategi ekspansi yang kami jalankan berada di jalur yang tepat. Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (selective & prudent mitigation) dalam setiap langkah investasi. Fokus kami tidak hanya sekadar bertumbuh dari sisi angka, melainkan memastikan setiap proyek baru mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi performa jangka panjang perusahaan," ujarnya.

RISE saat ini memiliki sejumlah proyek unggulan seperti Kyo Society Apartemen Surabaya, Tanrise Taman Dayu Pandaan, Pergudangan Tritan, Grand Sunrise Menganti, Sunrise Residence Sidoarjo, Voza Tower dan Vasa Suites Surabaya.

Selain itu, perseroan juga menyiapkan sejumlah proyek baru yang akan menjadi sumber pertumbuhan pada masa mendatang, antara lain Vasa Resort Bromo, Villa Solaris Bali, Grand Sunrise Malang, Tritan Gresik, Tritan Gempol, Tanrise Bandung, Tanrise City Sidoarjo, serta Swiss of Taman Dayu.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".