Logo
>

SKK Migas Buka Peluang Danantara Ikut Danai Proyek Gas Masela

SKK Migas membuka peluang keterlibatan Danantara dalam pembiayaan Proyek Gas Abadi Masela seiring kebutuhan investasi besar menuju keputusan investasi akhir.

Ditulis oleh Adi Subchan
SKK Migas Buka Peluang Danantara Ikut Danai Proyek Gas Masela
SKK Migas membuka peluang Danantara ikut mendanai Proyek Gas Abadi Masela. Proses menuju keputusan investasi akhir masih berjalan dengan fokus pada penjualan LNG. Foto: IG @skkmigasofficial

KABARBURSA.COM — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas atau SKK Migas membuka peluang keterlibatan BPI Danantara dalam pembiayaan Proyek Abadi Masela. Opsi tersebut muncul karena proyek gas raksasa di Laut Arafura itu membutuhkan investasi yang sangat besar.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan kemampuan pendanaan Danantara dinilai cukup kuat untuk membantu mendukung proyek strategis nasional tersebut. Selain faktor pendanaan, potensi ekonomi dari proyek Masela juga dinilai sangat besar sehingga menarik minat berbagai pihak.

Menurut Djoko, saat ini proses menuju keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision masih berjalan. Salah satu tahapan utama yang sedang dilakukan adalah mencari pembeli gas atau LNG dari proyek tersebut. “Proses menuju FID masih berlangsung dengan fokus pada pencarian pembeli gas,” ujar Djoko dalam ketersediaan tertulis, Sabtu, 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan pemerintah menargetkan kesepakatan harga gas dapat dicapai dalam waktu dekat agar proses investasi tidak tertunda. “Kami memberi tenggat kepada para pihak untuk menyepakati harga paling lambat bulan depan,” kata dia.

Djoko menargetkan penandatanganan kesepakatan awal penjualan gas melalui dokumen HOA atau GSA dapat dilakukan pada ajang IPA Convention and Exhibition pada Mei 2026. Penandatanganan itu direncanakan berlangsung di hadapan sejumlah menteri terkait serta Presiden Prabowo Subianto.

Setelah kesepakatan tersebut tercapai, pembahasan keputusan investasi akhir akan dilanjutkan bersama berbagai lembaga keuangan. Menurut Djoko, proses pembiayaan proyek akan melibatkan sejumlah institusi finansial internasional. Ia berharap keputusan investasi Proyek Masela dapat ditandatangani pada Desember 2026.

Djoko juga menegaskan keterlibatan Danantara bisa menjadi alternatif apabila proses pembiayaan dari lembaga keuangan berjalan lambat. Langkah ini dilakukan agar proyek Masela tidak kembali mengalami penundaan. “Jika lembaga keuangan lambat mengambil keputusan, Danantara dapat menjadi alternatif pendanaan,” ujarnya.

Ia menilai skema tersebut dapat membantu mempercepat realisasi proyek energi strategis yang telah lama dinantikan tersebut. Sementara itu proses negosiasi penjualan LNG dari Proyek Masela juga mulai mengerucut. Dari puluhan perusahaan energi global yang semula menyatakan minat, kini tersisa lima calon pembeli yang masih melanjutkan pembicaraan.

Pada tahap awal, ada sekitar 66 perusahaan yang menyatakan minat membeli LNG Masela. Dalam proses seleksi berikutnya jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 40 perusahaan. Seleksi lanjutan kemudian menyisakan sembilan kandidat pembeli LNG. Dari jumlah tersebut kini hanya lima perusahaan yang masih melanjutkan negosiasi dengan pihak penjual.

“Kelima calon pembeli tersebut adalah Osaka Gas, Kyushu Electric Power, Shell Trading, bp Trading, dan Chevron Trading,” jelas Djoko.

Ia mengatakan pertemuan negosiasi terakhir digelar di Singapura dan Tokyo. Dalam pertemuan tersebut tim teknis dari Inpex Corporation, Petronas, dan Pertamina membahas berbagai ketentuan utama dalam kontrak penjualan LNG. “Penjual dan pembeli telah menyampaikan proposal final harga LNG masing-masing,” ungkapnya.

Djoko menjelaskan selisih harga yang diajukan kedua pihak kini semakin tipis. Perbedaannya hanya sekitar 0,2 persen dari harga minyak Brent. Ia menambahkan, rata-rata penawaran dari pihak pembeli berada di kisaran 12 persen dari harga Brent. Sementara pihak penjual masih mempertahankan harga yang berada di atas asumsi yang tercantum dalam Plan of Development proyek tersebut.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.