KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026 imbas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed karena konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD5.091,62 per ons. Sementara Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup 1,1 persen lebih rendah pada USD5.103,70.
Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang dipicu oleh ketidakpastian perang membebani harga emas.
Namun, tambah dia, konflik yang berkepanjangan juga diperkirakan bakal mempertahankan permintaan aset aman dan memberikan batas bawah bagi harga emas.
Emas dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga rendah meningkatkan daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil.
"Jika kita mendapatkan angka inflasi yang tinggi minggu ini, maka itu benar-benar akan menempatkan Federal Reserve dalam dilema. Hal itu dapat menyebabkan penurunan harga emas lebih lanjut," kata Wyckoff.
Pertemuan kebijakan bank sentral AS berikutnya akan berlangsung pada tanggal 17-18 Maret 2026. Secara luas, The Fed diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga tetap stabil.
Di sisi lain, harga perak spot mengalami penurunan 0,2 persen menjadi USD84,18 per ons, platinum naik 1,1 persen menjadi USD2.158,02 dan paladium meningkat 2,4 persen menjadi USD1.663,79. (*)