Logo
>

Tarif MRT Rp1 dan Diskon Whoosh, Perhatikan Cara Dapatnya

Tarif MRT Rp1 berlaku di seluruh rute dengan berbagai metode pembayaran, sementara Whoosh beri diskon hingga Rp100 ribu di tengah lonjakan mobilitas Lebaran.

Ditulis oleh Yunila Wati
Tarif MRT Rp1 dan Diskon Whoosh, Perhatikan Cara Dapatnya
Tidak hanya MRT, Woosh juga memberikan diskon tarif kereta cepat untuk memudahkan perjalanan mudik pelanggan KCIC. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Momentum libur Idulfitri 1447 H dimanfaatkan pemerintah dan operator transportasi untuk mendorong mobilitas publik melalui strategi tarif, ketika MRT Jakarta dan kereta cepat Whoosh sama-sama menawarkan insentif harga dalam periode puncak perjalanan.

MRT Jakarta menetapkan tarif khusus Rp1 yang berlaku pada 21–22 Maret 2026, bertepatan dengan hari H dan H+1 Lebaran. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh rute tanpa pembatasan jarak, sehingga seluruh pengguna dapat menikmati perjalanan dengan biaya simbolis di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas.

Penerapan tarif ini merujuk pada Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor e-0056 Tahun 2026, yang juga mencakup integrasi tarif Rp1 untuk moda lain seperti Transjakarta dan LRT Jakarta. 

Kebijakan tersebut menempatkan transportasi publik sebagai tulang punggung pergerakan masyarakat selama periode Lebaran.

Dari sisi akses, MRT Jakarta membuka berbagai kanal pembayaran untuk memastikan tarif ini dapat dijangkau luas. Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi MyMRTJ dengan metode pembayaran digital seperti AstraPay, GoPay, blu, i.saku, hingga kartu kredit. 

Selain itu, kartu uang elektronik perbankan seperti e-money, Flazz, Brizzi, TapCash, hingga JakLingko tetap dapat digunakan.

Pilihan lain juga tersedia melalui QRIS Tap dan fitur MyMRTJ Lite yang memungkinkan pembelian tiket langsung di stasiun dengan kode QR. Struktur ini menunjukkan bahwa implementasi tarif Rp1 tidak hanya bersifat insentif harga, tetapi juga didukung oleh ekosistem pembayaran yang luas dan terintegrasi.

Selama periode libur 18–24 Maret 2026, MRT Jakarta tetap beroperasi dengan pola akhir pekan, yakni pukul 05.00 hingga 24.00 WIB dengan interval kedatangan kereta setiap 10 menit. Sebanyak 219 perjalanan disiapkan dengan tujuh rangkaian kereta operasional serta delapan rangkaian cadangan, mencerminkan kesiapan kapasitas di tengah potensi lonjakan penumpang.

Jika melihat data tahun sebelumnya, MRT Jakarta mencatat 614.767 pengguna selama periode Lebaran 2025, dengan lebih dari 76 ribu penumpang pada dua hari Idulfitri. Angka ini menjadi gambaran potensi trafik yang dapat kembali terbentuk, terutama dengan adanya insentif tarif yang jauh lebih rendah.

Tiket KCIC Hanya Rp100.000

Di sisi lain, strategi harga juga terlihat pada layanan kereta cepat Whoosh yang dioperasikan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). Dalam periode Angkutan Lebaran 2026, KCIC menawarkan potongan harga tiket hingga Rp100.000 melalui berbagai mitra penjualan.

Diskon tersebut dapat diakses melalui platform seperti Trip.com hingga akhir Mei 2026, serta cashback hingga Rp50.000 melalui aplikasi Livin’ by Mandiri yang berlaku hingga 31 Maret 2026. Skema ini memberikan variasi insentif, baik dalam bentuk potongan langsung maupun pengembalian dana.

Data penjualan menunjukkan respons pasar yang cukup tinggi. Hingga 20 Maret 2026 pagi, tiket Whoosh yang telah terjual mencapai sekitar 145.000 tiket untuk periode perjalanan 13–30 Maret 2026. 

Untuk keberangkatan harian, angka penjualan mencapai sekitar 10.000 tiket dan diproyeksikan mendekati 18.000 penumpang dalam satu hari.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap moda transportasi cepat untuk rute Jakarta–Bandung, terutama dalam periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran.

Dalam keseluruhan dinamika tersebut, kebijakan tarif Rp1 pada MRT dan diskon pada Whoosh menunjukkan pendekatan berbeda dalam mendorong penggunaan transportasi publik. MRT menekan harga hingga level minimal untuk meningkatkan volume penumpang, sementara Whoosh memberikan fleksibilitas harga melalui skema promosi berbasis kanal distribusi.

Kombinasi kebijakan ini membentuk lanskap transportasi yang lebih kompetitif selama periode Lebaran, dengan tarif yang lebih terjangkau dan akses yang semakin luas bagi masyarakat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79