KABARBURSA,COM- Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 terus dimatangkan dengan berbagai terobosan baru guna memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti, menegaskan bahwa TEI tidak hanya menjadi ajang pameran dagang, tetapi juga simbol kebanggaan nasional (national pride) sekaligus panggung global bagi pelaku usaha Tanah Air.
Dalam pemaparannya di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026, Vibiadhi menyampaikan bahwa Trade Expo Indonesia dirancang sebagai langkah awal bagi pelaku industri untuk meningkatkan transaksi ekspor, menarik investasi, serta mendukung strategi digitalisasi ekspor nasional. Melalui TEI, para eksportir Indonesia dapat bertemu langsung dengan buyer internasional, memamerkan produk unggulan, hingga memperluas jejaring bisnis global.
“Trade Expo Indonesia menjadi wadah strategis untuk mempertemukan buyer internasional dengan produk-produk unggulan Indonesia, sekaligus mendukung UMKM agar mampu menembus pasar global melalui kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga, dan asosiasi perdagangan,” ujar dia.
Ia memaparkan, capaian TEI pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tren positif, baik dari jumlah buyer internasional, peserta pameran, maupun potensi nilai transaksi.
Untuk TEI 2026, sektor industri yang ditampilkan juga mengalami ekspansi, meliputi makanan dan minuman (F&B) serta produk agrikultur, manufactured products, kawasan industri, fesyen dan kerajinan, hingga furnitur dan home decor. Khusus sektor furnitur dan home decor, TEI 2026 akan berkolaborasi dengan asosiasi internasional guna meningkatkan daya tarik buyer global.
Dari sisi pasar, beberapa negara tercatat sebagai penyumbang buyer terbanyak pada penyelenggaraan sebelumnya, di antaranya Malaysia, Tiongkok, India, Nigeria, dan negara-negara Asia lainnya. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa Trade Expo Indonesia telah menjadi platform bisnis yang diperhitungkan secara internasional.
Vibiadhi menekankan pentingnya Trade Expo Indonesia sebagai platform B2B terbesar yang didukung langsung oleh pemerintah. Selain memiliki jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara, TEI juga menjadi sarana berbagi informasi terkait kebijakan terbaru, tren pasar global, serta peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha nasional.
Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, TEI 2026 akan menghadirkan fasilitas berstandar internasional, termasuk program buyer hospitality. Panitia menyiapkan fasilitas akomodasi gratis hingga sekitar 250 kamar hotel bagi buyer internasional terkurasi, sebagai insentif agar semakin banyak buyer baru hadir dan berinteraksi langsung dengan para exhibitor selama pameran berlangsung.
Tak hanya itu, Debindomulti Adhiswasti juga menyiapkan terobosan kolaborasi dengan sejumlah pameran internasional sejenis, seperti MIHAS di Malaysia, IFEX di Filipina, serta beberapa pameran halal dan global sourcing expo di kawasan Asia dan Australia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memaksimalkan pertukaran proyek dan menarik lebih banyak buyer potensial ke Trade Expo Indonesia 2026.
Dari sisi tata ruang, TEI 2026 akan menerapkan zonasi yang lebih jelas untuk setiap sektor. Mulai dari F&B dan produk agrikultur, manufactured products, kawasan industri, fesyen dan kerajinan, hingga furnitur dan home decor yang akan menempati hall khusus. Zonasi ini diharapkan memudahkan buyer dalam menjelajahi pameran sekaligus meningkatkan efektivitas transaksi bisnis.
Lebih jauh, Vibiadhi mengajak seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Trade Expo Indonesia 2026. Ia optimistis, dengan persiapan yang lebih matang dan inovatif, TEI 2026 akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan ekspor nasional serta penguatan citra Indonesia di pasar global.
“Kami menantikan kehadiran Bapak dan Ibu semua untuk berpartisipasi di Trade Expo Indonesia 2026 dan bersama-sama menjadikannya sebagai etalase kebanggaan Indonesia di mata dunia,” tutupnya. (*) (Rep: Nur Nadiyah)