Logo
>

Trump Sebut Hormuz sebagai Selat Trump

Trump menyebut Selat Hormuz sebagai Selat Trump di tengah konflik Iran, saat jalur minyak global jadi titik krisis energi dunia.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Trump Sebut Hormuz sebagai Selat Trump
Trump sebut Selat Hormuz sebagai Selat Trump di tengah konflik Iran, saat jalur vital minyak dunia terganggu dan picu krisis energi global. Foto: IG @realdonaldtrump

KABARBURSA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memancing perhatian publik lewat pernyataan yang tak biasa. Di tengah konflik Iran yang tengah memanas, ia menyebut Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia—dengan nama yang mengundang tawa.

Dalam sebuah pidato di forum investasi di Miami baru-baru ini, Trump sempat menyebut jalur tersebut sebagai “Selat Trump”, sebelum kemudian mengoreksinya.

“Iran harus membuka Selat Trump — maksud saya, Hormuz,” kata Trump yang langsung disambut tawa hadirin, dikutip dari CNBC, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia kemudian menambahkan dengan nada bercanda. “Maafkan saya. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk. Media palsu akan mengatakan ‘dia tidak sengaja bilang begitu’ — tidak, tidak ada yang tidak sengaja dari saya, tidak banyak. Kalau ada, itu akan jadi berita besar.”

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik karena jalur tersebut biasa dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari. Gangguan di wilayah ini telah memicu tekanan besar pada pasokan energi global sekaligus mendorong kenaikan harga.

Kemampuan Iran menghambat jalur tersebut membuat pasar energi dunia terguncang. Kondisi ini bahkan disebut sebagai salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.

Di sisi lain, Trump juga sempat melontarkan wacana yang tak kalah kontroversial. Ia membuka kemungkinan pengelolaan Selat Hormuz secara bersama antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bagian dari penyelesaian konflik.

Sementara itu, klaim bahwa Iran tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat juga mencuat. Namun, pihak Teheran membantah adanya pembicaraan langsung.

Laporan media Amerika juga menyebut Trump tengah mempertimbangkan ide untuk mengambil alih jalur tersebut dan bahkan mengganti namanya menjadi “Selat Amerika”, mengulang pola lama ketika ia ingin mengganti nama Teluk Meksiko.

Gaya komunikasi Trump yang kerap mencampurkan kebijakan serius dengan humor atau satire bukan hal baru. Sebagai figur bisnis yang menjadikan namanya sebagai merek, ia kerap membawa pendekatan serupa ke ranah politik.

Namun, di tengah krisis energi global yang nyata, pernyataan tersebut menunjukkan kontras antara dinamika geopolitik yang serius dengan gaya komunikasi yang tetap nyentrik.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).