KABARBURSA.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memancing perhatian publik lewat pernyataan yang tak biasa. Di tengah konflik Iran yang tengah memanas, ia menyebut Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia—dengan nama yang mengundang tawa.
Dalam sebuah pidato di forum investasi di Miami baru-baru ini, Trump sempat menyebut jalur tersebut sebagai “Selat Trump”, sebelum kemudian mengoreksinya.
“Iran harus membuka Selat Trump — maksud saya, Hormuz,” kata Trump yang langsung disambut tawa hadirin, dikutip dari CNBC, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia kemudian menambahkan dengan nada bercanda. “Maafkan saya. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk. Media palsu akan mengatakan ‘dia tidak sengaja bilang begitu’ — tidak, tidak ada yang tidak sengaja dari saya, tidak banyak. Kalau ada, itu akan jadi berita besar.”
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz menjadi titik krusial dalam konflik karena jalur tersebut biasa dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari. Gangguan di wilayah ini telah memicu tekanan besar pada pasokan energi global sekaligus mendorong kenaikan harga.
Kemampuan Iran menghambat jalur tersebut membuat pasar energi dunia terguncang. Kondisi ini bahkan disebut sebagai salah satu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.
Di sisi lain, Trump juga sempat melontarkan wacana yang tak kalah kontroversial. Ia membuka kemungkinan pengelolaan Selat Hormuz secara bersama antara Amerika Serikat dan Iran sebagai bagian dari penyelesaian konflik.
Sementara itu, klaim bahwa Iran tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat juga mencuat. Namun, pihak Teheran membantah adanya pembicaraan langsung.
Laporan media Amerika juga menyebut Trump tengah mempertimbangkan ide untuk mengambil alih jalur tersebut dan bahkan mengganti namanya menjadi “Selat Amerika”, mengulang pola lama ketika ia ingin mengganti nama Teluk Meksiko.
Gaya komunikasi Trump yang kerap mencampurkan kebijakan serius dengan humor atau satire bukan hal baru. Sebagai figur bisnis yang menjadikan namanya sebagai merek, ia kerap membawa pendekatan serupa ke ranah politik.
Namun, di tengah krisis energi global yang nyata, pernyataan tersebut menunjukkan kontras antara dinamika geopolitik yang serius dengan gaya komunikasi yang tetap nyentrik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.