Logo
>

Wamenkeu Sebut Fondasi Ekonomi Nasional Solid di Awal Tahun 2026

Suahasil menyampaikan pendapatan negara telah mencapai Rp172,79 triliun atau 5,5 persen dari target APBN, meningkat 9,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ditulis oleh KabarBursa.com
Wamenkeu Sebut Fondasi Ekonomi Nasional Solid di Awal Tahun 2026
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara (tengah) saat memberikan pemaparan APBN per Januari 2026 (Foto: Kabarbursa/ Nur Nadiyah)

KABARBURSA.COM-  Wakil Menteri  Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan fondasi ekonomi nasional yang solid di awal tahun. Hal ini disampaikan di tengah pemaparan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Januari 2026, pada Senin, 23 Februari.

Suahasil menyampaikan pendapatan negara telah mencapai Rp172,79 triliun atau 5,5 persen dari target APBN, meningkat 9,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kinerja penerimaan ini terutama didukung oleh perpajakan yang tetap kuat serta PNBP yang mulai menunjukkan perbaikan di luar komponen non-berulang tahun lalu,” ujarnya.

Dari sisi belanja, realisasi tercatat Rp227,3 triliun atau 5,9 persen dari pagu, melonjak 25,7 persen secara tahunan. Menurutnya, akselerasi belanja mencerminkan strategi pemerintah mempercepat program prioritas untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sejak awal tahun.

Pertumbuhan penerimaan pajak menjadi sorotan utama. Pada Januari 2026, penerimaan pajak neto tumbuh 30,7 persen, dari Rp88,9 triliun tahun lalu menjadi Rp116,2 triliun tahun ini. Secara bruto, penerimaan pajak juga naik 7 persen, mendekati pertumbuhan ekonomi nominal.

“Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan kuat. PPN dibayarkan ketika transaksi terjadi, artinya transaksi di dalam negeri terus bergerak,” jelasnya.

Penerimaan PPN dan PPN-BM bruto tercatat Rp82,6 triliun, meningkat 7,7 persen dibanding tahun lalu. Pemerintah menilai angka tersebut menandakan konsumsi masyarakat dan aktivitas usaha masih stabil.

Sementara itu, defisit APBN tercatat Rp54,6 triliun atau sekitar 0,21 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan masih dalam jalur desain APBN 2026. Pemerintah juga mencatat pembiayaan mencapai Rp105,1 triliun atau 15,2 persen dari target, yang dikelola secara hati-hati untuk menjaga stabilitas fiskal.

“Dengan pendapatan positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, APBN terus berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi,” kata Suahasil.

Pemerintah optimistis kinerja fiskal ini akan menopang stabilitas ekonomi sepanjang tahun, sekaligus memperkuat momentum pertumbuhan nasional di tengah dinamika global. (*) (Nur Nadiyah)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi