Logo
>

WIKA Beton Bukukan Pendapatan Rp677 Miliar di Kuartal I 2026

WTON mencatat laba bersih Rp1,5 miliar, ditopang diversifikasi bisnis dan dominasi kontrak dari sektor swasta.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
WIKA Beton Bukukan Pendapatan Rp677 Miliar di Kuartal I 2026
Produk WIKA Beton yang dipakai untuk sanitasi limbah di proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) di Pabrik Wika Beton Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani

KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WTON mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp677 miliar  pada Kuartal I 2026 di tengah dinamika dan volatilitas industri konstruksi nasional.

Perseroan membukukan dari pendapatan usaha Rp677 miliar itu, laba bersih mencapai Rp1,5 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan WIKA Beton dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mempertahankan profitabilitas, meski sektor konstruksi masih menghadapi tekanan dari sisi permintaan maupun kompetisi harga.

Sekretaris Perusahaan WIKA Beton, Ignatius Harry, menyebut stabilitas pendapatan ditopang oleh strategi diversifikasi lini bisnis yang efektif. Segmen produk putar menjadi kontributor terbesar dengan porsi 48,36 persen, diikuti produk non-putar sebesar 32,84 persen. 

Sementara itu, segmen konstruksi menyumbang 15,85 persen dan jasa sebesar 2,95 persen. Komposisi ini memperlihatkan fondasi bisnis yang semakin seimbang di berbagai segmen usaha.

Selain dari sisi pendapatan, WIKA Beton juga mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp919,9 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Kontrak tersebut didominasi oleh pelanggan swasta dengan kontribusi 53,61 persen, disusul kerja sama operasi atau KSO/JO sebesar 34,00 persen, BUMN 11,23 persen, serta internal grup WIKA sebesar 1,16 persen.

Dominasi sektor swasta ini menjadi sinyal menguatnya kemandirian bisnis perseroan di luar ekosistem induk usaha. Dari sisi sektor, proyek infrastruktur masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 58,72 persen. Selanjutnya diikuti sektor industri sebesar 17,49 persen, properti 12,17 persen, pertambangan 5,77 persen, kelistrikan 4,89 persen, dan energi 0,96 persen.

Harry menegaskan capaian kinerja ini tidak terlepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi efisiensi dan menjaga kesehatan keuangan.

“Perolehan laba perusahaan ini menjadi bukti bahwa program efisiensi dan deleveraging yang kami jalankan telah memberikan hasil yang optimal. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan omzet, tetapi juga pada penguatan margin dan kesehatan arus kas,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis. 30 April 2026.

Manajemen WIKA menilai, fokus pada penguatan margin serta disiplin dalam pengelolaan arus kas menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja tetap positif di tengah tekanan industri.

Ke depan, WIKA Beton berkomitmen untuk terus menerapkan praktik bisnis yang hijau dan berkelanjutan. Perseroan optimistis mampu menjaga momentum kinerja sepanjang tahun 2026, terutama dengan dukungan sinergi dalam ekosistem Danantara dan Badan Usaha Milik Negara.

Perusahaan berharap dapat terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat posisinya di industri beton pracetak nasional.

Sebagai informasi, WIKA Beton merupakan anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di industri beton pracetak terbesar di Indonesia.

Perseroan juga memiliki empat anak usaha, yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton, PT Wijaya Karya Krakatau Beton, PT Citra Lautan Teduh, dan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".