KABARBURSA.COM — PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WTON resmi menunjuk Ignatius Harry Sumartono sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) baru yang akan mulai efektif menjabat pada 30 April 2026.
Manajemen menyampaikan, perubahan ini juga menandai berakhirnya masa pengabdian Yushadi yang memasuki masa purnabakti setelah berkontribusi sejak 2014. Dalam struktur organisasi, peran Sekretaris Perusahaan dinilai sangat krusial karena menjadi penghubung utama antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan sekaligus penjaga citra korporasi.
“Penunjukkan ini dilakukan sebagai langkah strategis organisasi dalam mengelola dinamika komunikasi korporasi dengan pandangan baru,” tulis manajemen dalam keterangan resminya yang dikutip Kamis, 30 April 2026.
Perusahaan menjelaskan, Sekretaris Perusahaan tidak hanya bertanggung jawab pada komunikasi eksternal, tetapi juga berperan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan strategis. Fungsi tersebut mencakup memastikan transparansi dan efektivitas komunikasi, pengelolaan hubungan kelembagaan, serta menjaga relasi dengan investor dan pelaku pasar modal.
Selain itu, posisi ini juga dituntut untuk selalu menjunjung tinggi prinsip etika perusahaan, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG), serta nilai dan budaya korporasi yang telah ditetapkan.
Penunjukan Ignatius Harry juga telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 29 April 2026 melalui surat bernomor SE.01.01/WB-0A.0439/2026. Langkah ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi, termasuk Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik serta Peraturan OJK Nomor 31/POJK.04/2015 mengenai keterbukaan informasi.
Tak hanya itu, pelaporan juga mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia terkait keterbukaan informasi. Manajemen menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari implementasi prinsip GCG, khususnya dalam aspek transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
Ignatius Harry sendiri bukan sosok baru di WIKA Beton. Ia telah bergabung sejak 2003 dan memiliki pengalaman panjang di berbagai bidang, mulai dari teknik, riset dan pengembangan, hingga QHSE. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Parahyangan dan Magister Teknik Sipil dari Universitas Indonesia.
“Integrasi pengalaman profesionalnya di bidang Teknik, Riset dan Pengembangan, hingga QHSE akan membawa perspektif baru yang lebih substansial,” tulis manajemen.
Perusahaan meyakini, kombinasi pengalaman teknis dan manajerial yang dimiliki Ignatius selama lebih dari dua dekade akan menjadi keunggulan kompetitif. Hal ini terutama dalam menerjemahkan kompleksitas industri beton pracetak menjadi narasi bisnis yang lebih transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan.
Perseroan juga membuka peluang sinergi yang lebih luas, termasuk dalam ekosistem Danantara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi WIKA Beton dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional yang mandiri serta memiliki daya saing global.
Sebagai informasi, WIKA Beton merupakan anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak di industri beton pracetak dan dikenal sebagai salah satu pemain terbesar di Indonesia. Perseroan juga memiliki empat anak usaha, yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton, PT Wijaya Karya Krakatau Beton, PT Citra Lautan Teduh, dan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.