Logo
>

74 Juta Saham CUAN Dibuang Asing, Teknikal Mulai Retak?

Setelah sempat diakumulasi asing, saham CUAN mendadak terkena tekanan jual besar dengan lonjakan frekuensi dan sinyal teknikal yang berubah negatif.

Ditulis oleh Yunila Wati
74 Juta Saham CUAN Dibuang Asing, Teknikal Mulai Retak?
Ringkasan indikator menunjukkan status CUAN “Sangat Jual” dengan dominasi sinyal jual di hampir seluruh indikator utama. (Foto: dok CUAN)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dibanting asing pada perdagangan 3 Juni 2026. Setelah sehari sebelumnya mencatat akumulasi asing yang cukup tebal, saham ini justru dibuang tajam hanya dalam satu sesi perdagangan.

Perubahan arus dana asing terjadi sangat cepat. Pada 2 Juni 2026, CUAN masih mencatat net foreign buy sebesar Rp69,76 miliar dengan volume transaksi mencapai 5,16 juta lot dan harga bergerak di rentang 715–785.

Sehari setelahnya, tekanan jual langsung meledak. Data menunjukkan foreign volume buy tercatat 305,19 juta saham, sedangkan foreign volume sell mencapai 380,08 juta saham sehingga muncul net foreign volume negatif 74,89 juta saham.

Tekanan tersebut langsung menghantam harga saham CUAN. Pada perdagangan hari ini, saham dibuka di 855 dan sempat menyentuh level terendah 680 sebelum akhirnya rata-rata transaksi bergerak di area 763.

Lonjakan ini membuat situasi pasar memanas. Pada 3 Juni 2026, frekuensi perdagangan melonjak menjadi 85,93 ribu kali, jauh di atas perdagangan 2 Juni yang berada di 20,71 ribu kali.

Tekanan Jual Tinggi

Tekanan CUAN juga mulai terlihat dari indikator teknikal. Ringkasan indikator menunjukkan status “Sangat Jual” dengan dominasi sinyal jual di hampir seluruh indikator utama.

RSI(14) turun ke level 38,097 yang menunjukkan momentum penguatan mulai melemah. MACD juga berada di area negatif di level -161,52 yang menandakan tekanan tren turun masih dominan.

Indikator ADX berada di level tinggi 67,645. Kondisi ini menunjukkan tren yang sedang berlangsung memiliki kekuatan besar, dan saat ini arah dominannya masih tekanan turun.

Moving average juga mulai memberikan tekanan tambahan. MA20 hingga MA200 seluruhnya masih menunjukkan sinyal jual, memperlihatkan bahwa CUAN masih berada dalam tren menurun secara menengah hingga panjang.

Secara jangka pendek, area MA5 di kisaran 619–657 memang mulai mendekati harga sekarang. Namun struktur teknikal belum benar-benar pulih karena EMA10 masih berada di area 699 dan MA20 masih sangat jauh di sekitar 830–873.

Pivot point harian kini menjadi perhatian utama trader. Area 761 menjadi titik penting yang sedang diperebutkan pasar.

Jika area ini gagal dipertahankan, tekanan berpotensi membawa CUAN menuju support berikutnya di area 738 hingga 691. Bahkan pada skenario tekanan ekstrem, pasar mulai membuka ruang pengujian area 680 yang sempat disentuh intraday.

Sebaliknya, jika CUAN mampu kembali bertahan di atas 761 dan menutup gap tekanan jualnya, pasar akan mulai memperhatikan area rebound menuju 788–808 sebagai resistance awal.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79