KABARBURSA.COM - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) secara resmi mengumumkan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback untuk periode tahun 2025.
Langkah strategis emiten yang bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding dan konsultasi manajemen ini diambil untuk memastikan transisi yang lancar menuju rencana buyback baru pada tahun 2026.
Keputusan penghentian ini didasarkan pada keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia tertanggal 16 April 2026.
Berdasarkan regulasi yang berlaku dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2023, perusahaan merasa perlu mengakhiri masa berlaku program sebelumnya agar tidak terjadi tumpang tindih dengan agenda yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
Sekretaris Perusahaan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, Maharani Cindy Opssedha, menjelaskan bahwa penghentian ini merupakan bagian dari prosedur teknis perusahaan.
Ia menegaskan bahwa langkah ini dilakukan agar periode pelaksanaan buyback tahun berjalan tidak saling beririsan dengan rencana baru yang akan diajukan kepada para pemegang saham.
“Perseroan akan menghentikan pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2025 terhitung sejak tanggal 16 April 2026 agar pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2026 tidak beririsan atau bersamaan dengan periode pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan 2025,” ujar Maharani Cindy Opssedha dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 17 April 2026.
Sebelumnya, program buyback tahun 2025 direncanakan berlangsung hingga 2 Juni 2026 mendatang. Namun, dengan adanya rencana pembelian kembali saham tahun 2026 yang akan dimulai secara bertahap dalam jangka waktu 12 bulan ke depan, perusahaan memilih untuk menutup program lama lebih awal. Perseroan mengklaim, upaya ini dilakukan demi menjaga tata kelola perusahaan yang baik dan memberikan kepastian hukum bagi investor di pasar modal.
Mengenai kondisi operasional dan kesehatan finansial perusahaan, manajemen memastikan bahwa keputusan ini tidak memberikan tekanan atau gangguan pada jalannya usaha.
Hingga saat ini, aktivitas pertambangan, logistik, hingga jasa penunjang yang dikelola oleh anak-anak perusahaan tetap berjalan normal tanpa kendala hukum maupun finansial yang berarti.
“Tidak ada dampak yang signifikan atas informasi terkait penghentian Pembelian Kembali Saham Perseroan 2025 ini terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tambah Cindy.
Sementara itu, di lantai bursa hari ini Jumat, 17 April 2026 perdagangan sesi I. Pergerakan saham ADRO terpantau masih menunjukkan dinamika yang positif. Pada perdagangan terakhir, harga saham berada di level 2.540 atau mengalami kenaikan sebesar 1,20 persen.
Perseroan juga hari ini dijadwalkan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST pada 17 April 2026 untuk meminta persetujuan langsung dari para pemegang saham terkait rencana besar perusahaan di tahun ini, termasuk peluncuran program buyback saham 2026 yang baru.(*)