KABARBURSA.COM – UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat nilai transaksi terbesar di pasar reguler dengan total Rp3,4 triliun pada perdagangan Kamis, 2 April 2026. Nilai tersebut menempatkan AK di posisi teratas dibandingkan broker lain di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagaimana data yang dihimpun Kabarbursa.com, AK mencatat nilai beli sebesar Rp1,4 triliun dan nilai jual sebesar Rp2 triliun. Selisih transaksi tersebut menghasilkan posisi net sell sebesar Rp640,9 miliar dalam satu hari perdagangan.
Stockbit Sekuritas Digital (XL) berada di posisi kedua dengan total transaksi Rp2,7 triliun. Broker ini mencatat nilai beli Rp1,5 triliun dan nilai jual Rp1,2 triliun, sehingga membukukan net buy Rp265,7 miliar.
Mandiri Sekuritas (CC) mencatat total transaksi Rp2,6 triliun dengan nilai beli Rp1,3 triliun dan nilai jual Rp1,3 triliun. Posisi ini menghasilkan net sell sebesar Rp54,1 miliar.
Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatat transaksi Rp1,8 triliun dengan nilai beli Rp926,7 miliar dan nilai jual Rp830,8 miliar. Broker ini membukukan net buy Rp96,0 miliar.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatat total transaksi Rp1,4 triliun dengan nilai beli Rp756,6 miliar dan nilai jual Rp660,8 miliar. Nilai tersebut menghasilkan net buy Rp95,8 miliar.
Pada sisi transaksi AK, data menunjukkan penjualan terbesar terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp174,9 miliar. Penjualan juga tercatat pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp124,1 miliar.
Selain itu, AK mencatat penjualan pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp55,8 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp45,1 miliar. Seluruh nilai tersebut merupakan bagian dari total transaksi jual AK pada hari yang sama.
Di sisi pembelian, AK mencatat pembelian terbesar pada saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp75,9 miliar. Pembelian juga terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp63,0 miliar.
AK turut mencatat pembelian pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp40,9 miliar. Selain itu, pembelian juga tercatat pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp21,9 miliar.
Dari sisi frekuensi transaksi, Stockbit Sekuritas Digital (XL) mencatat frekuensi tertinggi sebesar 1,0 juta kali dengan volume 9,2 miliar saham. Sementara itu, AK mencatat frekuensi 310,2 ribu kali dengan volume 3,3 miliar saham.
Mandiri Sekuritas (CC) mencatat frekuensi 313,9 ribu kali dengan volume 4,0 miliar saham. Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatat frekuensi 250,5 ribu kali dengan volume 4,0 miliar saham, sedangkan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatat frekuensi 123,1 ribu kali dengan volume 1,7 miliar saham.(*)